BATAM – Raden Hari Tjahyono (RHT) Politisi PKS yang juga merupakan Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Riau kepala daerah di Kepulauan Riau dari Gubernur, Walikota dan Bupati sekalipun tidak saling berbalas pantun terkait kebijakan travel bubble. Dia berharap kepala daerah di Kepri kompak. Pelaku usaha di Kepri menurutnya sudah sangat siap terkait kebijakan dibukanya wisman ke Kepri.
Hal ini diutarakannya baru-baru ini kepada wartawan.
“Gubernur dan Walikota Batam saya harap tidak saling berbalas pantun tentang kebijakan travel bubble, sudah capek masyarakat dan pelaku usaha melihat kondisi ini, koordinasi langsung demi kondusifnya pemulihan ekonomi. Pelaku usaha di bidang pariwisata sudah sangat siap dari kunker dan sidak-sidak yang kami lakukan,” jelas Raden Hari Tjahyono.
Ada baiknya, antara walikota Batam dan Gubernur Kepri duduk bersama terkait hal ini. Kebijakan Travel bubble adalah kebijakan ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.
“Terkait kebijakan travel bubble ini gubernur dan walikota perlu duduk bersama bagaimana wisman bisa masuk dengan nyaman dan kita juga terhindar dari Covid bukankah kita sama-sama memiliki spirit untuk memulihkan perekonomian di mulai dari salah satu aspek andalan Kepri yaitu industri pariwisata yang sudah sangat lama mati suri,” kata Raden Hari Tjahyono Politisi PKS Kepri.
Sementara itu, menurut Ketua Komisi II HM Taufiq Komisi II sudah melakukan juga pertemuan-pertemuan dengan pelaku usaha industri pariwisata dari skala kecil hingga besar.
“Dari hasil sidak Komisi II ke pelabuhan nongsa bersama pelaku usaha travel, saya melihat mereka sudah sangat siap menyambut kedatangan wisaratawan mancanegara, utamanya Nongsa dan Bi ntan Lagoi sangat siap dari segi protokol kesehatan yang standar nya juga sama seperti yang dimiliki Singapore,” tutup HM Taufiq legislator yang terpilih dari Dapil Karimun.










