oleh

Dompet Dhuafa dan MTT Telkomsel Resmikan Rumah Jahit Mualaf di Batam

BATAM – Dompet Dhuafa Kepulauan Riau Kepri bersama Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagteng meresmikan Program Rumah Jahit Mualaf di Pondok Pesantren Manba’ul Hidayah, Batam, Senin (23/6). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi para mualaf melalui pelatihan menjahit.

Peresmian ditandai dengan penyerahan bantuan berupa dua unit mesin jahit dari MTT Sumbagteng yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa Kepri. Bantuan tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu mualaf yang menjadi peserta binaan program.

Program Rumah Jahit Mualaf merupakan pengembangan dari Program Pemulia yang selama ini dijalankan Dompet Dhuafa Kepri. Selain pembinaan keislaman dan penguatan spiritual, program ini menghadirkan pembinaan keterampilan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi para mualaf.

Baca Juga  Hari Bakti BP Batam Ke 51, Maknai dengan Pelaksanaan Upacara

Pemilihan pelatihan menjahit didasarkan pada potensi yang dimiliki Pondok Pesantren Manba’ul Hidayah yang telah memiliki ruang jahit, namun masih mengalami keterbatasan peralatan pendukung.

Pimpinan Dompet Dhuafa Kepri, Didik Supriyanto, berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta.

“Harapannya ibu-ibu yang mengikuti pelatihan dapat menyerap ilmu yang diberikan dan mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Bahkan sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan keterampilan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Tutup Tahun 2020, Polres Karimun Gelar Doa Bersama Anak Yatim Piatu

Ketua Pembinaan Mualaf Indonesia (Pemulia) Kepri, Ustaz Abdul Karim, mengapresiasi hadirnya program tersebut. Menurutnya, pembinaan mualaf tidak hanya membutuhkan penguatan aspek spiritual, tetapi juga keterampilan yang dapat mendukung kesejahteraan mereka.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Selain mendapatkan pembinaan rohani, para mualaf juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya.

Sementara itu, pembimbing pelatihan menjahit, nyai Muawanah, mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar yang telah difasilitasi secara maksimal.

Baca Juga  Raden Hari: Digitalisasi Sekolah Bisa Jadi Alternatif Atasi Persoalan Pendidikan di Kepri

“Kita belajar di sini tanpa dipungut biaya. Tinggal bagaimana ibu-ibu meluangkan waktu, menjaga semangat, dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Dompet Dhuafa Kepri dan MTT Sumbagteng, Program Rumah Jahit Mualaf diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai tempat belajar keterampilan, tetapi juga sebagai sarana mencetak pelaku usaha dan penjahit mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

News Feed