oleh

Lansia Ini Meninggal saat Berjam-jam Antre Elpiji 3 Kg

TANJUNGPINANG – Gas 3 Kg masih tetap langka di beberapa daerah termasuk di Tanjungpinang. Antre untuk mendapatkan gas subsidi ini masih terus terjadi dan kondisinya makin parah.

Bahkan, antre untuk mendapatkan gas sudah makan korban jiwa. Pemerintah dan Pertamina harus cepat bertindak sebelum makin banyak korban lainnya.

Seorang pria lanjut usia (Lansia) di Tanjungpinang dikabarkan meninggal dunia saat mengantre membeli gas elpiji 3 Kg di Minimarket Isana, Jalan Suka Berenang Km 4 Tanjungpinang, Senin (26/10) pagi.

Penyebab meninggalnya karena desak-desakan antre panjang dan perdebatan sesama pembeli Gas 3 Kg.

Hal tersebut dibenarkah oleh Kapolsek Bukit Bestari AKP A. Agung M. Winarta S.H S.IK saat dikonfirmasi oleh awak media.

Baca Juga  Kajari: Jika Perkara Guan Seng Menyimpang Laporkan ke Saya

”Iya, memang benar ada yang meninggal, seorang pria bernama Ajis 73 tahun warga Jalan Sultan Mahmud Tanjungunggat Km 3,” ucap Agung Winarta seperti dikutip luarbiasa.id grub siberindo.co di Taman Pamedan Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, kata Agung M Winarta menyampaikan, bahwa Ajis sudah keluar rumah sejak pukul 05.00 WIB.

”Korban sudah keluar dari jam 5 pagi, belum makan dan keluarga tidak tau mau kemana,” kata Agung.

Sampai saat ini memang masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Bukit Bestari. ”Kita masih dalam penyelidikan dan minta keterangan dari pihak keluarga korban,” tuturnya.

Baca Juga  Ismiyati: Pemerintah Harus Proaktif Tangani Kasus Perempuan dan Anak di Kepri

Dan juga, dari keterangan keluarga, korban diketahui ada riwayat penyakit. ”Almarhum ada riwayat penyakit kolesterol dan tensi tinggi,” jelas Agung lagi.

Kronologi kejadian menurut salah-satu pegawai Minimarket Isana, Anjar (20) mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada sekitar pukul 10.30 WIB.

Kata dia, pada saat itu kondisi antrean gas di Isana sangat padat sehingga terjadi desak-desakan. ”Tadi memang ada yang pingsan, seorang laki-laki. Kejadiannya sekitar jam 10.30,” ujar Anjar.

Kejadian itu bermula dari adanya perselisihan dan perdebatan para pembeli dikarenakan sempat ada warga yang datang tidak membawa gas, namun pulang dengan membawa tabung gas.

Baca Juga  BPNB Kepri Dukung Upaya Kemendikbuddikti Menjadikan Jalur Rempah Jadi Warisan Budaya Dunia

”Terjadi cekcok, terus tiba-tiba ada yang pingsan. Saya cuma dapat kabar saja, tidak melihat secara langsung,” ungkapnya.

Pria tersebut, sambung dia, sempat dibantu warga untuk duduk hingga mobil polisi lewat dan membawa pria itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang untuk diberi pertolongan.

”Saya kurang tau juga kabarnya meninggal apa tidak, tapi katanya di belakang kepalanya luka. Mungkin karena saat jatuh pingsan,” tukasnya.(cr30)

Komentar

News Feed