“Bisa jadi alternatif meningkatkan perekonomian, warga bisa menjual hasil tanamannya dan juga apabila benar-benar dikelola dengan baik bisa menjadi objek agrowisata untuk Karimun,” ucap RW 006 Komplek Griya Praja itu.
Sambungnya, amon juga menyoroti adanya lahan masyarakat yang terbengkalai sehingga menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Tidak dipungkiri bahwa lahan yang terbengkalai sangat mudah terbakar, ditambah kondisi wilayah Karimun yang saat ini sedang menghadapi minimnya intensitas curah hujan.
Ia menyarankan, guna mencegah terjadinya karhutla. Lahan yang ditelantarkan oleh pemiliknya itu lebih baik diserahkan pengelolaannya ke masyarakat setempat.
“Jika lahan itu memang ada pemiliknya seharusnya jangan ditelantarkan, jika tidak mau mengelolanya lebih baik diserahkan ke masyarakat agar tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar amon.
Amon menilai, seharusnya dalam penanganan karhutla ini pemerintah dapat melakukan langkah awal dengan melakukan pendataan lahan-lahan warga yang tergolong ditelantarkan.
Menurutnya, hal tersebut sangat perlu dilakukan sehingga potensi karhutla dapat dideteksi sedini mungkin atau early warning system.
Kemudian, ia berharap agar pemerintah dapar memberi sanksi bagi pemilik yang sengaja menelantarkan lahannya itu.











Komentar