Batamclick.com, Batam – Hingga saat ini kasus pasien positif Covid-19 di Kecamatan Batu Ampar sudah mencapai 66 kasus. Maka dari itu sangat penting penerapan dan pendisiplinan protokol kesehatan sebagai salah satu bentuk agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19 tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Batu Ampar, Drs Tukijan kepada beberapa awak media di kantor Kecamatan Batu Ampar, Jumat (11/9/2020).
Tukijan menjelaskan, pihaknya yang terdiri dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batu Ampar, Kepala Puskesmas Tanjungsengkuang (jajaran Unit Pelaksana Teknis/UPT), dan Kapolsek Batu Ampar AKP Nendra Madya Tias (jajaran) selalu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, ditempat-tempat yang dianggap rawan akan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Batu Ampar khususnya.
” Yang terpenting sekarang adalah pendisiplinan masyarakat dalam penerapan Protokol Kesehatan. Karena sampai saat ini, Batu Ampar sudah 66 kasus. Kemudian meninggal dunia 6 orang, dan yang sembuh 46 orang,” ungkap Tukijan.
“Jadi, sampai dengan hari ini (per hari Jumat), ada 14 orang yang masih dirawat. Makanya, dari kemarin kita (Batu Ampar) bertahan masih zona pink untuk selama seminggu masih pink. Ternyata hari ini, ada yang nyusul juga, Nongsa dan Sei Beduk (zona pink). Jadi kami bersama tim Gugus kepala Puskesmas dan Kapolsek Batu Ampar selalu ngadakan sosialisasi dimanapun tempat,” jelasnya.
Dikatakan Tukijan, Kita lebih tekankan kepada pendisiplinan masyarakat untuk menjalankan Protokol Kesehatan. Sehingga masyarakat semakin sadar dan peduli. Dengan begitu diyakini kasus Covid-19 di Batam akan berkurang.
Kita juga selalu memberikan himbaun, Sosialisasi dan membagikan Masker kepada masyarakat Batu Ampar.
Pihak Kecamatan Batu Ampar sejauh ini, kata Tukijan sudah melakukan berbagai upaya mulai dari menyampaikan himbuan kepada masyarakat, membagikan masker dan yang terakhir mengadakan sosialisasi dan pencegahan serta penanganan tentang COVID-19.
Dengan anggota 25 orang perharinya, terdiri dari Ketua RT/RW, Karang Taruna, Kader Posyandu (Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu) dan Kader PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), dengan narasumber tim dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
“Ada empat regu, karena hanya diperbolehkan dari kantor sebanyak 25 orang saja. Targetnya 100 orang, karena ruangannya kecil maka hanya 25 orang saja. Sosialisasi ini selama 4 hari dan satu hari itu hanya 25 orang saja. Nara sumbernya dari dokter di Puskesmas, nah tinggal nanti, berikutnya Batu Merah dan Sei Jodoh. Ini rutin kita lakukan agar masyarakat sadar tentang disiplin dalam Protokol Kesehatan,” tutup Tukijan.











Komentar