BATAMCLICK.COM: Sejak awal tahun 2020, harga emas Aneka Tambang (Antam) memang menjadi buah bibir.
Logam mulia murni itu terus saja meroket dari satu point ke point berikut ya.
Hingga kini harga emas Antam tetap saja mendaki, seakan belum menemui puncak, untuk segera membumi.
Nah, bagi sebagian orang yang pintar membaca peluang, apalagi memiliki uang, kecendrungan naik harga Emas Antam ini menjadi mesin pencetak uang.
Tak sedikit mereka yang memborong batangan emas murni ini, lalu menahannya sejenak, dan menjualnya kembali ketika harga emas telah meroket.
Tapi tak sedikit mereka yang salah langkah, membeli di tempat yang tak resmi, lalu akhirnya menelan ludah kerugian yang pahit.
Inilah yang dirasakan ratusan “kolektor” emas di Indonesia, termasuk 8 orang di Batam.
Bahkan ada yang merugi hingga 1 miliar rupiah, karena ditipu oleh pedagang emas tak resmi yang mereka jumpa di dunia maya beralamat facebook
“Saya ketipu sampai 170 juta lebih,,” ungkap Nu, salah seorang warga Batam.
Jelang Lebaran
Nu menceritakan, saat jelang lebaran, ia ngobrol dengan tetangganya mengenai harga emas Antam yang terus naik.
“Tetangga saya itu, sering beli emas antam, katanya belinya lewat facebook,” sebut Nu, Sabtu (5/9/2020).
Diceritakan prosfek keuntungan berlipat ganda, Nu pun tertarik.
“Saya minta alamat facebooknya, saya pun jadi member,” sebutnya.
Nu mulai mempelajari keaslian emas yang dijual oleh aku facebook bernama Ginceu Iluva (Gina Salsabila).
“Akun ini dikelola oleh Drealia Wangsih dan ibunya, Rohimah,” sambung Nu.
Dari pantauan Nu, emas yang dijual Drealia asli emas Antam, karena memiliki barcode uang bisa diakses di web Antam.
“Saya putuskan untuk beli, harganya sangat murah, cuma 15 juta untuk emas batangan seberat 25 gram,” ujarnya.
Walau was-was, namun akhirnya emas yang dibelinya datang juga ke alamat.
“Alhamdulillah sampai, dan saya bandingkan kalau beli langsung saya untung 4 jutaan,” sebutnya.
Tergiur dengan keuntungan lebih besar, Nu pun memesan lagi.
“Pesanan kedua juga datang, itu saya dapat harga 17 jutaan untuk 25 gram. Tapi masih jauh murah dari harga resminya,” sebut Nu.
Nu mulai ketagihan, begitu juga dengan para pecinta emas lainnya.
Gandakan Pembelia
Ia pun mulai menaikkan pembeliannya dari 25 gram menjadi 50 gram. Pesannya pun datang sesuai jadwal.
Nah, bulan Juni 2920 lalu, ia kembali memesan, kali ini tak tanggung-tanggung jumlahnya sampai 268 gram.
“268 gram itu harganya Rp170,150.000. saya oesan di 28 Juni,” jelas Nu.
Hingga Julu barangnya belum datang, sampai Agustus pun tak datang juga, bahkan sampai hari ini, pun belum sampai, padahal uangnya sudah ditransfer.
Kegaduhan di facebook pun mulai memuncak, ternyata Nu tak sendiri menjadi korban, ada ratusan orang, bahkan dari Kepri jumlahnya belasan dan Batam ada 8 orang.
“Rata-rata ketipu di atas 100 juta, bahkan ada orang Batam juga yang sampai 1 miliar,” sebutnya.
Celakanya lagi lanjut Nu, tak sedikit dari mereka yang menggadai rumahnya, bahkan pinjam uang sama rentenir, untuk membeli Emas Antam lewat akun facebook ini.
“Kasihan mereka, emasnya tak datang, duit hilang, harus ganti duit orang lagi,” katanya.
Kasus ini lanjut Nu sudah dilaporkan secara kolektif ke Mabes Polri.
Namun hingga kini, pelaku penipuan itu belum ditangkap, padahal lanjut Nu, alamat rumah pelaku jelas.(bos)











Komentar