oleh

Sesibuk Apapun Marlin Sempatkan Berziarah, Agar tak Lupa akan Sejarah

USAI berziarah ke komplek makam keluarga besar Kesultanan Riau Lingga, Minggu (23/8/2020) lalu, kemarin, Selasa (25/8/2020) Hj Marlin Agustina berziarah ke makam Temenggung Abdul Jamal di Kecamatan Bulang.

Nama Temenggung Abdul Jamal sangat masyhur di Batam, sehingga diabadikan sebagai nama Gelanggang Olahraga (GOR) di Mukakuning.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam ini menjelaskan, ziarah kali ini memang sudah direncanakan.

Sebab, dirangkai dengan tiga agendanya di kecamatan Bulang. Pertama Kunjungan TK-SD Satu Atap 4 Bulang, pukul 08.30 WIB.

Disusul pukul 10.00 WIB, road show hari kesatuan gerak dan halal bihalal TP PKK Kota Batam, di Kelurahan Bulang Kebam, yang dirangkai dengan Pembinaan Akhlak Mulia juga bagi ibu-ibu PKK.

Dari tiga acara ini, Marlin dan rombongan langsung berangkat ke makam Tumenggung Abdul Jamal.

Baca Juga  DPRD Bintan Respon Aduan Masyarakat Tambelan Soal Isu Penjualan Pulau

Meski masih berada di wilayah Kelurahan Bulang Lintang, jarak antara lokasi pertemuan awal ke kompleks pemakaman masih harus  menyeberang selat.

Singkat kata, Marlin dan rombongan tersebut tiba di tempat tujuan dan disambut zuriat atau keturunan Temenggung Abdul Jamal. Selanjutnya Marlin berziarah.

Di makam tersebut tampak papan nama tertulis Makam Temenggung Abdul Jamal dan Keluarga, Bendahara Kerajaan Melayu Riau Lingga Johor.

Di kawasan ini juga terdapat beberapa makam lain yang diyakini sebagai keluarga Temenggung Abdul Jamal. Antara lain istrinya, Raja Maimunah.

Usai berziarah, Marlin bersilaturahmi dengan zuriat sang Temenggung, sekaligus melihat beberapa benda pusaka seperti keris, pedang, tombak, bejana dan barang lain milik Temenggung Abdul Jamal.

Temenggung Abdul Jamal adalah putra Tun Abbas. Sedangkan Tun Abbas adalah putra Sultan Abdul Jalil Riayat Syali yang memerintah Kemaharajaan Melayu yang berpusat di Johor tahun 1699-1719.

Baca Juga  Komisioner KPU dan Bawaslu juga Penyelenggara Negara

Ketika Sultan Mahmud memindahkan pusat pemerintahan ke Lingga dan orang-orang istana meninggalkan Riau pada 1787, Temenggiing Abdul Jamal berundur ke Pulau Bulang. Di sinilah beliau bermukim dan memerintah sebagai temenggung sampai akhir hayatnya.

Dari pernikahannya dengan Raja Maimunah putri Daeng Parani, Temenggung Abdul Jamal memiliki lima orang anak, dua perempuan dan tiga lelaki.

Anak-anaknya yang perempuan adalah Encik Puan Kecil dan Encik Puan Bonda Raja. Anak lelakinya yaitu Tun Ibrahim alias Daeng Ibrahim, Raja Muhammad alias Engku Muda Muhammad, dan Daeng Busu.

Raja Muhammad alias Engku Muda Muhammad menjabat temenggung secara de facto pada 1803, walaupun jabatan itu secara resmi masih dijabat ayahandanya.

Baca Juga  Ansar Ahmad Dilantik Menjadi Ketua ICMI Kepri

Temenggung Abdul Jamal meninggal bersama putranya Daeng Busu dalam sebuah peristiwa tragedi meledaknya kapal yang membawa mesiu dan mereka berada di dalamnya.

Setelah Engku Muda mangkat pada 1806, jabatan temenggung diemban oleh Tun Abdul Rahman putra Tun Ibrahim. Pada 1811 Temenggung Abdul Rahman memindahkan pusat pemerintahannya dari Bulang ke Singapura.

Temenggung Abdul Rahman mangkat di Singapura pada 1825. Beliau digantikan putranya Temenggung Ibrahim, lalu digantikan Temenggung Abu Bakar yang kemudian menjadi Maharaja Abu Bakar dan Sultan Abu Bakar.

Dari Sultan Abu Bakar kemudian sampai kepada Sultan Johor yang sekarang. Dengan demikian, para Sultan Kerajaan Johor sekarang berasal dari Pulau Bulang. ***

Komentar

News Feed