oleh

Aku tak Kabur, Kalian Cari aja Aku di Toss 3000

BATAMCLICK.COM: Hertina Linda, wanita pedagang di Pasar Toss 3000 Jodoh, membantah kalau dirinya dikatakan kabur dari pendataan Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Batam. Hertina pulang kebl rumahnya di Marcelia, lantaran tak mau didata dan dibawa ke RSKI Covid 19 Galang.

Berikut penuturan pedagang itu pada Batamclick yang kami sajikan dalam gaya bahasa bertutur.

Nggak benar aku kabur, aku pulang baik-baik koq, memang benar lewat pintu belakang.

Jadi gini ya, biar aku luruskan ceritanya.

Pendeta Josua itu, meninggal pagi, terus tengah malam, sekitar jam 1, datanglah petugas dari rumah sakit, dengan pakaian astronot.

Mereka bilang kalau pendeta itu corona, terus mereka mau bawa jenazah pendeta Josua.

Ngamuk lah aku. Aku ambil liur pendeta itu, aki jilat alir liurnya didepan mereka, di depan anak-anak ku juga.

Baca Juga  Ini Jawaban Suryani Ketika Ditanya Kebijakan INSANI Tumbuhkembangkan UMKM

Aku bilang ke mereka, pendeta ini tak corona, aku jamin, aku akan buktikan.

Terus aku minta mereka tunjukkan surat tugas, tak bisa nya mereka tunjukkan, ya nggak maulah kami kasih jenazah itu.

Besok paginya, mereka datang lagi, baru bawa surat. Terus datang juga Satpol PP, Polisi, intel, semua lag datang berkumpul.

Baru semua jamaat yang hadir didata dan mau dibawa ke rumah sakit galang.

Aku juga mau didata, aku nolak, dua anak ku, kelas 2 SMA dan kelas 3 SMP juga ada di situ. Mereka mau di data, aku larang.

Aku bilang, aku tak sakit, aku sehat, ngapain mau dibawa ke galang. Kalau aku sakit bolehlah dibawa ke sana.

Aku berkeras tak mau, karena aku sehat. Habis itu aku hidupkan mobil Pendeta Josua, aku mau pulang pakai mobil itu.

Baca Juga  Sertifikasi Halal Bukan Wewenang MUI lagi, Logonya Pun Diganti

Ternyata dimarah dengan pak polisi, tak boleh pergi katanya. Ya sudah aku matikan lagi.

Terus aku masuk ke dalam rumah itu.

Aku lihat jamaat lain, yang didata tadi dimasukkan dalam bus, lalu dibawa pergi ke Galang.

Terus aku naik ke lantai 3, ke kamar istri dan anak pendeta, aku lihat mereka lagi ngemas-ngemas baju.

Mereka mau dibawa juga ke Galang, tapi pakai ambulan, tidak sama dengan jamaat lainnya.

Terus datang petugas ke kamar itu, ketuk pintu kamar, aku buka, mereka suruh istri dan anak pendeta cepat.

Nah, tak ada lagi petugas pakai baju astronot itu suruh aku ikut ke Galang. Ya udah aku sama anak aku di kamar itu aja lah.

Tak lama semua lampu dimatikan, rupanya mereka matikan listrik dari meteran, padahal aku dah rencana mau nginap di situ.

Baca Juga  Danrem 033/WP Brigjen Jimmy Pimpin Sertijab Kasrem dan Kasiter Korem

Naik lah kami ke lantai 4. Ku lihat ke bawah, di luar masih ramai rupanya polisi, satpol pp.

Akhirnya aku pesan grab, terus kami keluar dari pintu belakang, pulang.

Kami tak kabur, tak melarikan diri, kami pulang biasa nya.

Aku mau swab hari Senin nanti, aku mau buktikan kalau aku tidak positif corona, dan Pendeta Josua juga tidak Positif Corona.

Aku mau buktikan juga sama sebagian pedagang-pedagang di Toss 3000 itu, yang jijik lihat aku, karena dikira aku corona.

Biar tau mereka, kalau aku tidak corona.

Demikian penuturan Hertina Linda, semoga benar ibu ini Negatif Corona, kalau Positif.. Teruk Tim Gugus Tugas… Dah banyak orang yang kontak erat dengan dia.(bos)

Komentar

News Feed