oleh

Masyarakat Pulau Penyengat Perlu Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

TANJUNGPINANG – Tokoh masyarakat Penyengat Raja Suzana Hamzah berharap ke depan pembangunan Pulau Penyengat banyak melibatkan masyarakat setempat.

“Kita sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah membangun proyek fisiknya di Penyengat hanya saja saya perhatikan belum melibatkan masyarakat setempat,” kata Raja Suzana Hamzah.

Pernyataan ini sangat didukung oleh Anggota DPRD Tanjungpinang Hendy Amerta meminta Pemko dan Pemprov bersinergi dalam membangun pulau bersejarah Penyengat dengan memperhatikan kearifan lokal Pulau Penyengat.

Baca Juga  KepriBatamHead Line Marlin Urai Pentingnya Pendidikan Karakter Sambut Indonesia Emas

Hal ini diungkapkannya baru-baru ini kepada wartawan. Menurutnya, selama ini pembangunan fisik abai dengan kearifan lokal masyarakat tidak dilibatkan tiba-tiba saja ada proyek fisik yang sebenarnya belum sesuai dengan kearifan lokal dan diperlukan masyarakat tempatan.

“Ke depan kita berharap baik pemerintah kota Tanjungpinang maupun Provinsi dapat melakukan koordinasi atau setidaknya duduk bersama dengan tokoh masyarakat, pemuda dan para cerdik pandai dalam melakukan pembangunan di pulau Penyengat,” kata Hendy Amerta yang juga merupakan politisi PKS Tanjungpinang, Kepri.

Baca Juga  Forum Taman Baca Masyarakat Batam Ajukan Rekomendasi kepada DPRD Batam

Apalagi sekarang, menurutnya, Tanjungpinang sudah ada Perda tentang pengelolaan kawasan wisata budaya pulau penyengat.

“Saat ini yang terpenting ke depan perlu dipikirkan dan menjadi skala prioritas terkait ketersediaan air bersih bagi warga pulau penyengat yang setiap musim kemarau selalu kesulitan. Kita tahu provinsi memiliki lahan di pulau penyengat, sehingga perlu dipikirkan untuk pembangunan waduk atau penampungan air yg besar,” tambahnya.

Baca Juga  Hanafi Ekra Berharap Seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri Masuk Wilayah Aglomerasi

Dia berharap sekali persoalan ketersediaan air di Pulau Penyengat bisa diselesaikan dan tidak terus terulang.

“Dengan adanya waduk atau mungkin teknologi mengubah air asin untuk menjadi air layak pakai persoalan ketersediaan air di musim kemarau bisa dipenuhi,” tutup Hendy Amerta.

Komentar

News Feed