oleh

Kearifan Lokal Jadi Cara Jitu Cegah Munculnya Terorisme

TANJUNGPINANG – Lokal Kalangan pemuda dan pelajar rentan terpapar radikalisme, intoleran dan terorisme. Semua daerah memiliki cara-cara sendiri dalam memelihara harmonisasi. Di Kepri, satu cara mencegah timbulnya bibit terorisme, radikalisme dan intoleran yakni dengan memahami budaya kerarifan lokal. Di antaranya menerapkan pasal-pasal Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji.

Hal itu disampaikan Drs Huzaifa Dadang AG Kepala Badan Kesbang Kota Tanjungpinang saat menjadi narasumber lokal seminar hybrid yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT pada Sabtu (28/8/2021).

“Tapi pemerintah terus berupaya untuk menambah cara-cara lain agar bisa lebih diterima oleh masyarakat yang tujuannya dalam mewujudkan pelajar dan gerasi muda yang tangguh untuk membentengi masuknya paham radikalisme dan terorisme yang bisa mengancam keutuhan NKRI,” kata Dadang.

Acara yang dikuti 170 pelajar di Kepri ini juga membahas Lomba Video Pendek Kreatif Indonesia Tangguh yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI. Untuk narasumber di pusat para narasumber hadir di Kantor BNPT. Sementara untuk narasumber daerah, pengurus FKPT Kepri bekumpul di Kantor Kesbangpol Provinsi Kepri.

Baca Juga  Cie… Goyang Tiktok Marlin Bersama Milenial

Acara daring maupun luring, peserta diskusi cukup antusias mengikuti pemaparan dari para nara sumber. Mereka menanyakan beberapa persoalan tentang radikalisme serta upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah radikalisme di sekolah dan kampus mereka.

Acara ini juga menghadirkan nara sumber Dyah Kusumawati akademisi dan praktisi film.

Inspektur BNPT, Catur Iman Pratignyo SE, dalam sambutannya pembukaan acara mengingatkan generasi muda untuk waspada terhadap aksi dan rekrutmen kelompok radikal. Para pelajar harus menyadari semua paham yang mengarah pada pengingkaran terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus ditolak.

“Segala bentuk narasi, tulisan dan ajakan secara langsung maupun melalui media sosial yang mengarah pada radikalisme hendaknya dilaporkan kepada pihak sekolah aparat berwajib,” pintanya.

Baca Juga  KepriBatam Polresta Barelang Berikan Sembako untuk Korban Air Pasang dan Tanah Longsor

Sementara itu Ketua FKPT Kepri Fauzi S.Ag., M.Si.,Phd mengatakan, secara umum wilayah Kepri relatif kondusif dan aman. Namun, idiologi radikal dan terorisme masih menjadi ancaman nyata hingga semua pihak harus bergandengan tangan melakukan antisifasi tentu tujuannya agar situasi Kamtibmas di Kepri selalu kondusif. “Meski daerah kita rekatif aman, namun wilayah Kepri yang merupakan kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, hingga dalam mengantisipasi kemungkinan muncul bibit radikalisme dan intoleran serta terorisme perlu melibatkan semua pihak.

Hal yang sama diucapkan Kabid Pemuda dan Pelajar FKPT Kepri Drs. Eko Sumbaryadi.

Kata Eko, pemuda sering dijadikan target utama paham radikal karena mudah untuk dihasut. Tetapi di balik itu, pemuda juga mempunyai peran penting dan potensial untuk memberantas paham radikalisme dan terorisme.

‘’Pemuda Indonesia sebagai generasi muda bangsa dituntut untuk mempu menciptakan suasana yang nyaman, aman dan kondusif di tengah perbedaan yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa ini membutuhkan peran pemuda sebagai pemersatu keberagaman yang hadir di Indonesia,’’ jelas Eko Sumbarjadi.

Baca Juga  Ingin Masjid dan Musalla di Lingkungan Anda Dapatkan Bantuan dari Kemenag? Ini Cara Mengajukannya

Ia mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai radikalisme dalam bungkus hoax dengan cara jangan mudah share tanpa saring informasi yang masuk padanya. Juga rajin memeriksa sumber informasi apakah informasi yang didapat apakah valid dan dapat dipercaya dengan verifikasi melalui search engine serta membandingkan konten di media massa.

Pada sesi workshop yang dipandu Dyah Kusumawati, para pelajar diajarkan kiat-kiat membuat film pendek yang berisi pesan-pesan harmonisasi. Selain bermanfaat untuk yang menonton, video-video pendek itu juga diperlombakan dengan hadiah yang menarik.

“Total hadiahnya Rp70 juta. Videonya silakan rekan-rekan upload di akun media sosial peserta baik di kanal sosial media youtube dan instagram lalu linknya kirimkan ke panitia untuk dilombakan. Ini sebagai upaya pelibatan pemuda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme,” sebut Dyah.(*/arl)

News Feed