oleh

Citra Politik Ansar-Rudi Tersandera Konfilk Rempang

TANJUNGPINANG- Konflik Rempang Galang yang menjadi trending topik pemberitaan di Kepri dan bahkan nasional dinilai mempengaruhi citra politik Ansar – Rudi dan Parpol menjelang Pemilu dan Pilkada 2024.

Hal  ini disampaikan Suyito, PhD Sosiolog Politik yang juga merupakan Direktur Inspire Kepri, ketika dihubungi oleh awak media baru baru ini.

Menurutnya secara fenomenologi politik, kesadaran masyarakat Kepri dalam  memaknai kasus Rempang Galang secara regional kedaerahan dan secara politik sangat besar pengaruhnya pada pencitraan politik kedua kepala daerah tersebut yang akan berkontestasi pada Pemilu Kepala Daerah 2024 mendatang.

Baca Juga  Syukuran Hari Bakti ke 51 tahun, Kepala BP Batam: Jayalah Selalu BP Batam

“Secara kasat mata sikap politik Ansar-Rudi yang dianggap tidak pro terhadap masyarakat tempatan saya nilai bisa mempengaruhi citra politiknya, namun seberapa besar pengaruhnya tentu perlu dilakukan analisa kuantitatif dengan pendekatan survey, tapi sedikit banyak jelas berpengaruh negatif terhadap mereka dan bisa berpengaruh positif untuk politisi dan parpol yang bersuara kencang terhadap hal ini citranya akan baik di mata masyarakat,” kata Suyito, PhD.

Baca Juga  EKSPEDISI TOBA- HPN 2023 Viralnya Danau Toba akan Didaftarkan SMSI Dalam Rekor MURI

Ditambahkannya,  semakin dalam luka psikologis dan sosiologis masyarakat terhadap kebijakan atau tindakan upaya relokasi itulah nantinya yang akan menggerus tingkat elektoral kedua politisi yang digadang-gadangkan akan mengikuti kontestasi Pilkada 2024.

“Seberapa besar pengaruhnya isu ini dalam hal menggerus citra politik mereka tentu akan terkonfirmasi pada hasil Pemilu 2024 mendatang, tapi secara kualitatif kita bisa menangkap kekecewaan publik yang diumbar di media sosial dan berbagai aksi unjukrasa” kata Suyito, PhD.

Baca Juga  Red Notice Interpol untuk Adrian Gunadi Terbit Sejak 7 Februari 2025

Ditambahkannya, hal ini sangat disadari oleh keduanya tinggal PR nya bagaimana membilas citra negatif dari isu yang berkembang saat ini menjadi nilai plus untuk keduanya.

“Ini tidak mudah dan gampang, salah satunya untuk mengobati luka masyarakat ya mungkin dengan tidak merelokasi atau memenuhi tuntutan masyarakat kampung tua apa maunya harus dipenuhi,” tutup Suyito.

News Feed