oleh

Warga Kampung Tua Batu Ampar Curhat ke Psikolog Muda Dr. Irfan

BATAM – Sore sambil menyeruput kopi Psikolog Muda Dr Irfan Aulia bertemu dengan pemuka kampung tua. Mereka menyerukan kurang perhatiannya pemerintah terhadap
status kampung tua pada Ahad (27/08/2023).

Awalnya kampung tua sudah ditetapkan 32 titik. Hari ini dengan kejadian rempang status kampung tua menjadi abu abu.

Raja Abdul Halim tokoh kampung tua mengatakan bahwa kami ini diperlakukan tidak manusiawi.

Baca Juga  Lanal Batam Gandeng Koperasi Dua Dua Bahari Kembangkan Potensi Maritim

“Disini akses sekolah khususnya SMK tidak ada. Dulu Walikota mengatakan ini gampang karena sudah satu dengan ex officio BP Batam sampai hari ini tidak terwujud. Padahal akses SMK penting untuk mendapatkan lapangan kerja di Batam,” katanya.

Kemudian kampung tua ini sudah ada sebelum Otorita Batam. Menurut Nasrol tokoh pemuda harusnya industri bersenyawa dengan penduduk lokal.

Baca Juga  BP Batam Gelar FGD Peranan Sistem Pengendalian Internal

“Industri tidak boleh meniadakan masyarakat lokal. Jika ingin masyarakat maju bersama ajak kami dialog turun kesini, jangan formalitas di gedung gedung atau hotel. Duduk bersama kami sehingga dapat merasakan apa yang kami rasakan,” kata Nasrol.

Pemuka kampung tua senang dapat bertemu Dr. Irfan yang sudah mendengarkan kepedulian terhadap warga kampung Tua Rempang untuk mendengarkan curhatnya.

Baca Juga  Tergiur Emas Antam Murah, 8 Warga Batam “Sakit Gigi” Rugi Ratusan Juta

“Saya mendengarkan sekaligus memberikan masukan-masukan psikologis terhadap apa yang dirasakan oleh masyarakat Kampung Tua di Batu Ampar ini karena saya punya banyak teman di Jakarta dan akan saya sampaikan suara mereka ke pusat,” kata Dr. Irfan.

News Feed