oleh

Natuna Masif Dalam Banyak Usaha Jasa Dari Beroperasinya Proyek Migas

NATUNA – Sekretaris Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Tukino Sucipto mewakili Kepala BP3D, Moestofa Albakry, memastikan perusahaan Premier Oil akan segera memulai eksploitasi sumur minyak di Blok Tuna.

Kata Tukino, dibukanya eksploitasi minyak ini memberi peluang bagi Natuna untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara ikut serta dalam berbagai pelelangan logistiknya.

“Memang selama ini kita pasif, kita hanya mendapatkan bagian di dana perimbangan di pajaknya saja, karena memang minyak dan gas itu bukan salah satu kewenangan daerah, tetapi kewenangan pemerintah pusat,” sebutnya kepada koranperbatasan.com grup siberindo.co diruang dinasnya, Selasa 16 Maret 2021.

Baca Juga  Sudahi Rasa Malu, Kakak Habisi Adiknya Yang Gangguan Jiwa

Menurut Tukino, selama ini Natuna hanya mendapatkan dana perimbangan tidak bisa aktif seperti Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Memang basecampnya itu berada di Anambas otomatis yang mendapatkan lebih banyak manfaat itu secara langsung adalah Anambas, seperti dapat pelelangan pengadaan catering makanannya, jadi mereka bisa berperan aktif dibanding kita,” ujarnya.

Dalam rangka menambah pendapatan daerah, Tukino berharap Kabupaten Natuna juga harus bisa berperan aktif seperti mengikuti pelelangan katering melalui perusahaan daerah atau BUMD.

Baca Juga  Usai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Alias Wello Ziarah ke Makam Daeng Celak

“Nah, kalau kita bisa seperti itu kan lumayan juga, dapat menambah pendapatan daerah, tapi untuk mendapatkan itu memang butuh modal juga, mungkin modalnya bisa ditanam melalui Perusda,” terangnya.

Tukino mengaku tidak pernah mengetahui berapa total hasil produksi dan berapa lama kekayaan alam berupa minyak dan gas bumi yang dimiliki Natuna itu akan bertahan.

Baca Juga  REDI Siap Menangkan Iskandarsyah-Anwar di Pilkada Karimun

“Jadi kita tidak tahu berapa lama bertahan cadangan minyak tersebut dan berapa total produksinya itu kita juga tidak tahu,” pungkasnya. (KP).

Laporan : Amran

Komentar

News Feed