oleh

Lady Escort Pekerja Hiburan Malam atau Pekerja Seks Komersil?

BAGIAN ke-1

BATAM – Gemerlap dunia hiburan malam kembali menggeliat pasca melonggarnya aturan Covid-19 oleh pemerintah. Tak ayal para pengusaha dunia hiburan malam yang tadinya berkening kerut kini tampak sumringah di tengah bisnisnya yang mulai bergejolak.

Sebut saja Jimmi (38) seorang general manager sebuah pub dan karoeke di bilangan Penuin, Lubukbaja Kota Batam saat dikunjungi siberindo ini terlihat ceria dan penuh tawa. Bagaimana tidak, 2-3 tahun lalu bisnis yang dipercayakan kepadanya oleh salah satu tauke terkemuka asal Tanjung Balai Karimun bisa dikatakan mati suri. Saat ini di pub dan karaokenya telah merekrut sekitar 100 karyawan yang terdiri dari waiter, cleaning service, kasir dan lainnya.

“Hahahaha… apa kabar bang, lama kita tidak jumpa, bagaimana kabar, mari… mari silakan duduk,” ujarnya dengan penuh tawa saat ditemui siberindo di ruang kerjanya Senin (9/8/2022). Sembari menikmati teh Cina yang disajikannya. Jimmi bertutur pasca masuknya wisatawan asal Singapura dan Malaysia omset bisnisnya melonjak tajam. “Lumayanlah, bisnis mulai lancar lagi sejak orang Singapura dan Malaysia masuk, orang lokal seperti Jakarta, Medan dan dan Pekanbaru juga dah mulai banyak masuk,” terangnya.

Baca Juga  Rayakan HUT Ke-74, Polwan Gelar Lomba Joget Sarung estafet, Sepak Bola hingga Tanam Pohon

Pub dan Karaoke Jimmi memang tergolong ramai. Hal, ini dikarenakan jenis minuman yang dijajakannya tergolong murah dan original dibandingkan tempat sejenis di wilayah tersebut. Di samping itu layanan lady escort atau yang lebih dikenal dengan LC atau wanita pemandu lagu tergolong nomor wahid alias “bening-bening”. Tak pelak ini merupakan salah satu jurus jitu dari managemen yang bekerjasama dengan para agen pemasok wanita pemandu lagu untuk menggaet para tamu langganannya.

Baca Juga  Warga Natuna Siap Coblos Nomor 2 Isdianto-Suryani

“Minuman kita ori dan banyak promonya, Bang. Kalau urusan LC kan kita tidak langsung mempekerjakannya, Bbang. Mereka masuk melalui agen. Agen yang berurusan dengan managemen kita. Artinya LC tadi bukan karyawan kita,” jelasnya.

Kendati tidak masuk dalam daftar karyawannya, pengawasan tetap berada ditangannya hal ini untuk mengantisipasi adanya beberapa hal yang tidak diinginkan.

“Selagi mereka bekerja di tempat kita, ada yang boleh ada yang tidak. Aturan dan pengawasan tetap kita yang pegang, Bang. Tidak bisa suka-suka mereka,” terangnya.

Usai berbincang dengan manager, siberindo juga berkesempatan melihat langsung aktivitas di ruangan karaoke ini ditemani beberapa LC sebut saja namanya Amel (22) asal kota kembang, Mitha (21) asal kota pahlawan. Setalah serah terima dengan “maminya” melalui “kontes” Amel dan Mitha yang berbusana minim mulai melancarkan aksinya. Lantunan lagu demi lagu kekinian yang dibawakan Amel dan Mitha berhasil mengajak para tamu berjoget ria. Tidak perlu waktu lama, keakraban mulai terjalin, sentuhan fisik ditambah efek minuman beralkohol yang sudah mulai bereaksi membuat keakraban menjurus kearah romantis.

Baca Juga  Berhalusinasi Setelah Lama Ditinggal Istri, Pria Ini Berurusan Dengan Polisi

Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB dini hari, para tamu pun mengakhiri gemerlapnya dunia malam di salah satu sudut kota Batam. Sembari berisah Amel dan Mitha sempat membisikan kepada rekan pengunjung. ” Kita lanjut yuk bang, tapi diluar aja jangan melalui, mami,” ujarnya berbisik. (ong)

 

 

 

News Feed