TANJUNGPINANG – Sewa kios dan meja di Pasar Tradisional Bintan Center (Bincen) Kota Tanjungpinang membumbung tinggi.
Para pedagang geleng-geleng kepala karena kenaikan harga lapak pedagang yang tidak normal.
Salah seorang pedagang mengaku kaget dan keewa saat dapat surat pemberitahuan kenaikan sewa kios. Yang membuat pedagang makin kalang-kabut karena selain tariff lapak naik tinggi, ekonomi pedagang juga belum pulih pasca pandemic covid-19.
“Pasar sepi. Kalau ada dating satu yang belanja kami sudah bersyukur sekali. Malah kadang satu harian tidak ada yang belanja di kedaiku ini. Pasar ini jam 01.00 siang sudah sepi. Lihat sendirilah kondisi dan suasana pasar ini,” ucapnya.
Kenaikan lapak pedagang ini dirasakan sudah sangat memebratkan pedagang kecil. Sementara pemerintah terkesan tidak mau tau dengan kesulitan pedagang kecil. Pasar ini yang semula dikelola oleh BUMD dalam waktu dekat akan diambil alih oleh swasta,” kata Rana, salah satu pedagang, Selasa (1/2).
Untuk tarif sewa kios di pasar Bintancenter ini cukup bervariasi. Untuk kios ukuran 3×3 meter, sewanya Rp27 juta. “Harga sewanya lebih mahal dari harga sewa ruko dua lantai. Padahal ini ukurannya kecil sekali. Untuk ukuran 3 X 3 meter yang berada di hook harganyaRp42 juta per tahun.
Sementara kios ukuran 3 x 4 meter sewa pertahunnya Rp32 juta dan yag hoox Rp 45 juta.
“Untuk lapak meja saja seperti yang digunakan para pedagang ikan, tarifnya Rp20 Juta pertahun dan kalau yang hoox Rp35 Juta Per tahun,” terang pedagang ini.
Sementara untuk meja ukruan para pedagang daging Rp18 Juta pertahun dan yang hoox Rp 33 juta Per tahun, Kalau meja untuk ukuran untuk pedagang sayur Rp18 Juta Per tahun dan untuk hoox Rp 33 Juta..
Para pedagang di Bintancenter merasa kelimpungan karenapengelola pasar meminta pembayaran segera diselesaikan berdasarkan surat perjanjian sebelumnya. Padahal sewanya baru berakhir Juli 2023 mendatang.
“Kami atas nama pedagang pasar bincen meminta kepada pemerintah kota Tanjungpinang untuk bisa hadir di tengah pedagang kecil seperti kami ini untuk menyelesaikan persoalan yang kami hadapi. Jangan hanya dating saat mau Pilkada dan Pemilihan legislative saja. Sewa kios dan sewa meja yang diterapkan kepada kami ini sangat tinggi. Kami minta kepada wakil rakyat di DPRD agar bisa membantu pedagang pasar bincen untuk memfasilitasi antara kami dengan Walikota Tanjungpinang agar masalah kami ini bisa teratasi. Kami hanya ingin wali kota bisa mensubsidi kami atau memfasilitasi masalah pasar Bintancenter agar kami tidak membayar sewa kios dan lapak dengan harga yang sangat mahal,” pintanya. (len)










