oleh

Wagub Nyanyang: HKTI Harus Turun ke Lapangan dan Cari Solusi Persoalan Petani

BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya penguatan organisasi HKTI agar mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan nelayan.

Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Aston Batam, Senin (31/8/2026).

Rakerda yang berlangsung pukul 09.00 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti jajaran pengurus DPD HKTI Kepri, termasuk Ketua Harian Nasrizal, Sekretaris Drs. I Wayan Catra Yasa, Bendahara Beck Stevie, serta Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Budi Lesmana.

Baca Juga  Bea Cukai Batam Tangkap Penumpang Pembawa 1 Ons Sabu-sabu

Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Dr. Rika Azmi, S.TP., MM., serta KSB DPC HKTI dari seluruh kabupaten/kota.

Nyanyang menekankan bahwa HKTI harus menjadi organisasi yang aktif, berkembang dan memiliki kekuatan struktural. Ia meminta keberadaan organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan hadir langsung untuk menjawab persoalan petani dan nelayan.

“Organisasi harus bergerak, berkembang dan mempunyai kekuatan struktural,” tegasnya.

Ia meminta jajaran KSB dan bidang OKK di setiap daerah menjadi motor penggerak organisasi. Pengurus diharapkan rutin turun ke lapangan, menjalin komunikasi dengan petani serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan solusi.

Baca Juga  Dansatgas TMMD ke-114 Kebut Pembuatan Jamban dan Semenisasi Jalan

Kolaborasi antardaerah juga dinilai penting. Menurut Nyanyang, masing-masing kabupaten dan kota memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan secara terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan Kepri.

Dalam Rakerda tersebut, ia juga mendorong seluruh DPC merapikan data kelompok tani dan kelompok ternak untuk dimasukkan ke dalam database provinsi. Data tersebut ditargetkan mencakup sekitar 13.000 hingga 15.000 petani.

Baca Juga  Remaja Masjid Baitul Muhajirin Bagikan Masker dan Edukasi Warga

Database tersebut nantinya menjadi dasar untuk menghubungkan produksi petani dengan berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

Nyanyang juga mendorong setiap DPC membangun unit usaha mandiri, salah satunya peternakan ayam dengan kapasitas minimal 1.000 ekor. Unit usaha ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada anggota.

Melalui Rakerda I, HKTI Kepri diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih kuat sekaligus menghadirkan program konkret bagi kesejahteraan petani dan nelayan.

News Feed