BATAM – Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasim mengungkapkan, saat tes seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau yang banyak dikenal dengan Tes CPNS dilakukan BKN Batam. Test untuk calon CASN Pemko lebih dulu dilakukan. Setiap test akan memakan waktu sekitar 100 menit. Setelah test untuk CASN Pemko selesai, baru dilanjutkan dengan test dari instansi di luar Pemko Batam.
Demikian disampaikan Delpa Nopri Kasim, Selasa (31/8), terkeit rencana test CASN Batam. Pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS untuk tingkat Kota Batam akan dimulai 2-18 September 2021 mendatang. Pelaksanaan ujian CPNS akan di gelar di Gedung Bersama atau Kantor UPT BKN Batam.
Materi SKD yang akan diujikan yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai passing grade 65, Tes Intelegensia Umum (TIU) passing grade 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) passing grade 166. Total nilai passing grade untuk SKD adalah 311.
“Ujiannya diawali SKD CPNS Pemko Batak dulu. Setelah itu baru dilanjutkan instansi lainnya. Peserta ujian harus mempersiapkan dirinya dengan baik,” ujar Delpa seperti dikutip luarbiasa.id grub siberindo.co.
Disebut, dengan banyaknya peserta yang akan mengikuti tes SKD, pelaksanaan ujian akan digelar dalam 4 shift. Masing-masing kloter ujian berisikan 95 peserta ujian. Jumlah peserta ini sesuai dengan ketentuan dari pusat yaitu kapasitas 30 persen dari total kapasitas ruangan.
“Jadi sesuai dengan ketentuan tim gugus tugas. Makanya pelaksanaan diatur menjadi beberapa sesi,” katanya.
Durasi pengerjaan SKD adalah 100 menit. Sementara khusus untuk pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang melamar kebutuhan khusus penyandang disabilitas, waktu pelaksanaan SKD adalah 130 menit.
“Peserta CASN 2021 yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) wajib mencantumkan beberapa persyaratan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menurutnya, setiap peserta diwajibkan mengikuti Swab tes RT PCR kurun waktu 2×24 jam jam atau rapid tes antigen kurun waktu 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif. “Peserta juga wajib menggunakan masker ganda atau dua lapis (masker medis dan masker kain, jaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer,” bebernya.
Saat ini pihaknya masih mempersiapkan ruangan hingga fasilitas pendukung lainnya. Rencananya ruang tunggu akan dipindahkan ke lantai dasar. Hal ini guna menghindari kerumunan di tempat pelaksanaan ujian.
“Lebih detailnya nanti Pemko Batam yang akan umumkan ketentuan ujian ini. Intinya sebagai penyelenggara ujian tidak ada masalah. Tinggal nanti kesiapan peserta dalam ujian saja,” katanya.
Dihimbau, peserta ujian untuk mempersiapkan diri dengan baik. Peserta diminta untuk datang sebelum ujian dimulai, dan hindari keterlambatan. Sebab ada pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum memasuki ruang ujian nantinya.
“Paling tidak 60 menit sebelum ujian digelar peserta sudah ada di lokasi ujian,” kata Delpa.(mbb)










