oleh

Warga Saka Kempak Nikmati Jaringan Listrik

Natuna (Siberindo.co) – Setelah berpuluh tahun menunggu jaringan listrik PLN masuk ke kampung, akhirnya warga Kampung Saka Kempak dapat menikmati listrik dirumahnya masing-masing.

Warga dusun yang termasuk dalam Dusun Mahligai II, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur tersebut akhirnya dapat tersenyum, setelah Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda meresmikan penyalaan listrik perdana, Kamis 31 Maret 2022.

Dalam kesempatan tersebut Rodhial Huda, menyampaikan permohonan maafnya, jika sejak kepemimpinannya bersama Bupati Nartuna, Wan Siswandi, perekonomian masyarakat melemah.

Baca Juga  Natuna Minta Provinsi Realisasikan Janji Pembangunan Jalan

“Kami akui ekonomi masyarakat melemah, sebagai dampak Covid-19, anggaran banyak yang di refokusing, membuat program ynag telah kami rencanakan tidak maksimal,” ungkapnya.

Dihadapan Manager ULP PLN Ranai, Boni Sofianto, Rodhial berkata, masyarakat Kampung Saka Kempak memang sudah lama mengidam-idamkan kehadiran jaringan listrik.

“Rodhial berharap kepada pihak PLN agar dapat menjalankan program pemerintah secara berkelanjutan,” pinta Rodhial Huda.

Baca Juga  Bupati Natuna Minta ASN Kumpulkan Sekilo Beras Perbulan, ini Tujuannya Mandalapos.co.id, Natuna -- Bupati Natuna Wan Siswandi, melontarkan gagasan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Natuna mengumpulkan satu kilo beras setiap bulannya. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD, Kamis (6/10) di Kantor Bupati Natuna. Diungkapkan Wan Siswandi, gagasan tersebut muncul setelah ia melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat Natuna, di tengah kondisi ekonomi yang sedang merosot. "Saya turun ke kampung-kampung, memang betul-betul sulit masyarakat kita ini. Bagaimana kalau kita sepakat mengumpulkan sekilo beras perorang tiap bulannya, Kira-kira keberatan tidak? " tuturnya. Menurut Wan Siswandi, selain membantu masyarakat yang kesulitan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala bagi orang yang membantu. "Kita anggap ini infak, sedekah atau apa nanti namanya, kita kumpulkan semua di kantor bupati, nanti setiap awal bulan kita salurkan ke yang membutuhkan," ujarnya. Terkait teknis pengumpulan beras, menurut Wan Siswandi akan diserahkan ke dinas masing-masing. Setelah beras dari dinas terkumpul, selanjutnya diserahkan ke sekretariat daerah untuk kemudian didistribusikan. "Kalau kita bisa lakukan itu kan luar biasa, beras hanya Rp15 ribu, bisa lah itu," ucapnya. Menambahkan, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, meminta beras yang nantinya akan dikumpulkan ini, dibeli dari produk lokal. " Kalau bisa beli berasnya produk beras lokal, biar menghidupkan petani lokal dan ekonomi lokal juga," pintanya. Sementara itu, Asisten III Pemkab Natuna, Tasrif, berharap kedepan selain sumbangan beras, agar pegawai di lingkungan Pemkab Natuna juga bisa berinfak tambahan, yakni uang sebesar dua ribu Rupiah setiap hari Jum'at. Ide Asisten III pun disambut baik pemimpin daerah, Wabup Natuna Rodhial menilai, dengan infak yang dikumpulkan itu nantinya bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di tengah situasi mendesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

Sementara Boni Sofianto, membeberkan bahwa PLN Ranai, membangun sekitar 3,2 km jaringan rendah untuk Desa Sungai Ulu, khususnya untuk Kampung Saka Kempak.

“Sebenarnya memang terjadi keterlambatan untuk Kampung Saka Kempak, dimana harusnya di tahun 2021 tapi baru terealisasi 2022,” tutur dia.

Pesan Boni, kepada masyarakat Kampung Saka Kempak, agar dalam pemakaian listrik nantinya digunakan dengan bijak.

Baca Juga  Mensos Sapa Warga Natuna dan Pastikan Negara Hadir Kucurkan Bansos Senilai 9 Miliar

“Jika ada kendala, sampaikan kepada kami pihak PLN, karena kami siap siaga selama 24 jam untuk masyarakat,” tutupnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan santunan kepada 17 orang anak yatim dari Yayasan Pembinaan Umat Anak Yatim Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, serta penyerahan paket sembako dari PLN Ranai.#Bds

News Feed