oleh

Sekda Misni Ajak Perempuan Kepri Berdamai dengan Diri, Kuatkan Keluarga dan Daerah

KEPRI – Menjadi perempuan yang berdaya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan beraktivitas di ruang publik. Bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Misni, kekuatan perempuan justru berawal dari kemampuan mengenali, menerima, dan berdamai dengan dirinya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Misni saat menghadiri Talk Show Pengarusutamaan Keluarga yang digelar Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Kepri di Batam, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Misni memberikan apresiasi terhadap BIPEKA DPW PKS Kepri yang berupaya memperkuat pengarusutamaan keluarga di Provinsi Kepri. Ia juga menyatakan kebanggaannya dapat berkumpul dengan perempuan-perempuan yang terus mengambil bagian dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat dan daerah.

Misni mengatakan perjalanan menjadi perempuan yang berdaya sebaiknya dimulai dari dalam diri. Setiap perempuan perlu memahami dirinya sebelum menjalankan peran di keluarga maupun lingkungan sosial.

“Sebagai pribadi, setiap kita tentu memiliki target. Tetapi yakin dan percayalah bahwa Allah adalah master dalam sebuah perencanaan terhadap insan yang Allah ciptakan,” ujar Misni.

Baca Juga  Peresmian Kampung Tangguh Batam Kota

Ia mengajak perempuan untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian buruk terhadap sebuah keadaan. Menurutnya, manusia tidak pernah mengetahui seluruh rencana Allah SWT yang berada di balik sebuah peristiwa.

“Takdir yang menurut kita buruk, belum tentu buruk. Kita tidak tahu bahwa takdir yang Allah ciptakan itu justru merupakan yang terbaik,” katanya.

Kekuatan Berawal dari Diri Sendiri

Menurut Misni, mengenali potensi dan kekuatan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang perempuan. Dengan mengenal kemampuan yang dimiliki, seseorang dapat menentukan kontribusi yang bisa diberikan kepada keluarga, masyarakat maupun organisasi.

Perempuan juga membutuhkan kekuatan personal agar mampu menghadapi berbagai tuntutan peran dalam kehidupannya.

“Kalau individu tadi, diri kita sudah bahagia, maka insya Allah ketika masuk ke dalam rumah, keluarga sebagai institusi sosial terkecil, perempuan akan menjadi lilin atau cahaya di dalam rumah,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Ansar Angkat Anak Sulungnya Jadi  Plt Bupati Bintan

Karena itu, ia mengingatkan perempuan untuk tidak mengabaikan persoalan yang ada dalam dirinya. Menurutnya, seseorang perlu belajar berdamai dengan diri sendiri sekaligus menerima berbagai kondisi yang datang dalam kehidupan.

Kesehatan pun menjadi bagian yang tidak kalah penting. Misni menekankan bahwa perempuan harus menjaga kesehatan secara utuh, meliputi fisik, mental, dan spiritual.

“Yang pertama harus sehat secara fisik. Yang kedua sehat mental. Dan yang terakhir sehat spiritual. Kalau sudah sehat fisik, sehat mental dan spiritual, insya Allah individu tadi akan kuat secara personal,” katanya.

49 Persen Penduduk Kepri Adalah Perempuan

Misni menilai kekuatan perempuan juga berkaitan langsung dengan masa depan pembangunan Kepri. Ia menyebut sekitar 49 persen penduduk Provinsi Kepri merupakan perempuan.

“Artinya, perempuan 49 persen ini memang harus berdaya. Ketika 49 persen perempuan tidak berdaya, maka ini bukan menjadi beban, tetapi menjadi bagian yang harus kita bantu,” ujarnya.

Baca Juga  TNI AD Gelar TMMD di Desa Selat Mendaun, Karimun

Ia menyebut masih terdapat anggapan bahwa perempuan yang berkarier atau aktif di luar rumah akan mengesampingkan keluarganya. Padahal, perempuan mempunyai kemampuan untuk menjalankan berbagai peran secara bersamaan.

“Allah sudah menciptakan perempuan dengan berbagai kemampuan. Perempuan bisa menjalankan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan,” katanya.

Bagi Misni, perempuan tangguh bukanlah perempuan yang hidup tanpa persoalan. Ketangguhan justru terlihat ketika seseorang mampu menghadapi dan mencari penyelesaian atas persoalan yang dihadapinya.

“Perempuan yang tangguh bukan berarti perempuan yang tidak pernah punya kendala. Justru ketangguhan itu terlihat bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan,” tuturnya.

Ia kemudian mengingatkan perempuan agar tidak menjalani kehidupan seorang diri. Allah SWT, menurutnya, harus selalu dilibatkan dalam setiap proses kehidupan.

“Semua perjalanan tanpa Tuhan tidak akan mudah. Tetapi ketika semua ini kita libatkan Allah di dalamnya, insya Allah selesai juga. Jalani saja,” pungkasnya.

News Feed