oleh

DPRD Bintan Respon Aduan Masyarakat Tambelan Soal Isu Penjualan Pulau

BINTAN, – Masyarakat Tambelan yang diwakilkan Ikatan Keluarga Tambelan (IKT) Provinsi Kepri menemui unsur pimpinan DPRD Bintan dan Komisi I DPRD Bintan untuk membahas mengenai tindak lanjut dari isu penjualan Pulau Tambelan yang heboh beberapa hari terakhir.

Pembahasan mengenai isu itu digelar diruang Komisi I DPRD Bintan dengan dihadiri Ketua IKT Provinsi Kepri Atmadinata, Wakil Ketua I DPRD Bintan Fiven Sumanti, Wakil Ketua II DPRD Bintan Agus Hartanto serta Ketua Komisi I Daeng Muhammad Yatier dan unsur terkait di Pemkab Bintan seperti Bagian Hukum Setdakab Bintan, bagian agraria, bagian pemerintahan serta bagian pengelolaan perbatasan Setdakab Bintan, Senin (30/8) siang.

Usai pertemuan, Atmadinata menyampaikan jika kedatangannya mewakili masyatakat Tambelan untuk meminta kepada DPRD Bintan agar mengkondisikan dengan pihak eksekutif dalam menyelesaikan persoalan itu.

Baca Juga  Zona Covid-19 Kepri: Natuna Jadi Kuning, Lingga dan Anambas Masih Hijau

“Supaya tidak bertambah-tambah lagi informasi ada melintang dan membujur di media begini, begini, begini ya kita ingin ini kelar,” ungkapnya.

Meskipun menjual pulau tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun IKT ingin masalah ini cepat diselesaikan. Apalagi, dengan postingan di Instagram (IG) yang secara berani melelang Pulau Tambelan jelas melecehkan dan meremehkan harga diri warga Tambelan.

“Disitu ada marwah, dan ini yang kami minta tolong dengan DPRD Bintan untuk mengkomunikasi dengan pihak eksekutif agar segera dikelarkan,” tegas Atmadinata.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Bintan Fiven Sumanti menyampaikan jika sebelum pertemuan itu digelar pihaknya bersama IKT sudah menemui Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Sekda Bintan Adi Prihantara membahas masalah itu.

Baca Juga  Ansar Ahmad Ingin Percepatan Penyediaan Infrastruktur Digital di Kepri

Dari pertemuan ini kata Fiven, untuk mereda keresahan masyarakat terkait isu tersebut. Meskipun, untuk menjual sebuah pulau mekanismenya tidaklah mudah. Ada banyak sekelumit prosedur yang mesti dilalui. Namun kata Fiven, masyarakat Tambelan ingin kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Tapi postingan itu yang menjadi dasar kenapa ini sampai bergulir menjadi sebuah isu yang dari hari ke hari semakin hangat dan membuat tidak nyaman. Hasil koordinasi dengan Polres, akun IG itu sedang diselidiki,” ungkapnya.

Selain itu, politisi Partai Golkar itu ingin penyelesaian kasus tersebut diselesaikan secara terbuka agar masyarakat Tambelan tahu dan tenang dengan hasil yang telah dilakukan kepolisian maupun Pemkab Bintan.

Baca Juga  PT Infineon Buka Studi Magang untuk Putra Daerah

“Mereka (warga) pengen (ingin) ada sebuah usaha dari pemerintah Kabupaten menyatakan bahwa itu ini sudah ditindaklanjuti dengan langkah-langkah begini-begini semacam press rilis lah. Syukur-syukur yang memposting bisa kena undang-undang ITE, tapi saya rasa nanti biar pihak kepolisian yang menjelaskan,” ungkapnya.

Sebelumnya, nama Pulau Tambelan hangat dibicarakan oleh warga hingga ditingkat nasional. Kehebohan bermula ketika salah satu akun IG membuat postingan lelangan Pulau Tambelan di IG.

Dalam postingan itu, harga Pulau Tambelan dilelang dengan angka fantastis yakni Rp 1,4 triliun. Bahkan, dalam lelangannya itu dijelaskan sejumlah fasilitas penunjang seperti bandara, pelabuhan dan fasilitas lainnya. (Btn)

News Feed