oleh

ICMI Tanjungpinang Gelar Dialog Kebudayaaan

TANJUNGPINANG – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Tanjungpinang menggelar dialog kebudayaan di Aula SMAN 4 Tanjungpinang, Rabu (29/12/2022).

Seminar ini dibuka oleh staf ahli gubernur Kepri Nazaruddin yang juga merupakan wakil ketua ICMI Orda Kota Tanjungpinang.

Nazarudiin berharap ICMI mampu memperkuat nilai budaya melayu di tengah masyarakat. Dialog budaya itu menghadirkan narasumber Doktor Darson dan Profesor Abdul Malik.

Pesertanya ketua LAM, FKUB, ormas ketua, OKP, ketua FKUB dan para kepala sekolah SMK dan SMA di Tanjungpinang.

Baca Juga  Yuk, Ajak Keluarga Santai di Taman Tun Telani Dompak

Dua fakar budaya Profesor Dr Darson, Mpd. Profesor Abdul Malik Mpd banyak membahas tentang kebudayaan Melayu dan singkronisasi kebudayaan terhadap pembangunan daerah.

Darson dalam penyampaian materinya mengangkat tema tentang peningkatan pembangunan manusia dan peran budaya dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Darson berharap masing masing individu untuk terus mendorong sesama dalam meningkatkan dunia pendidikan.

Baca Juga  Hanafi Ekra: Pemprov Kepri Diminta Antisipasi Sejak Dini Kendala Teknis PPDB Online SMA/SMK

“Semoga kita selalu amanah dalam menjalankan tanggungjawab kita sebagai tenaga pendidik, khususnya bagi para kepala sekolah yang langsung terjun dalam kesehariannya di dunia pendidikan. Semoga amal yang dilakukan bermanfaat untuk peningkatan kualitas manusia yang tentunya akan diikuti oleh peningkatan perekonomian,” kata Darson yang juga merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Sementara Abdul Malik yang didapuk untuk mengisi materi kedua membahas tentang pentingnya peningakatan kualitas budaya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

Baca Juga  Bawaslu Kota Tanjungpinang adakan Rakor Pengawasan Rekapitulasi Suara Tingkat KPU

Abdul Malik mengingatkan, ada trends atau kebiasaan saat ini yang manganggu produktivitas. Diantaranya menonton di gadget dan bermain game di jam kerja.

“Sarana di Era distrupsi saat ini banyak menggoda kita untuk terpengaruh dengan cara-cara yang bisa melemahkan karakter bangsa,” kata Abdul Malik.

Menurut Malik yang merupakan merupakan Budayawan Serumpun (Kepri, Singapura dan Malaysia), Budaya merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. (*/arl)

News Feed