BATAMCLICK.COM: Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, Yayasan Seri Pelangi Kepri tetap menunjukkan kiprah dan eksistensinya di bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Seminar Ornamen Melayu dan Launching Program Yayasan Seri Pelangi Kepri Tahun 2021.
Kegiatan ini berlangsung di Restoran Golden Prawn Batam pada hari Kamis 26 Desember 2020. Peserta yang hadir berasal dari unsur RT/RW Kota Batam, perwakilan beberapa yayasan serta LSM. Secara khusus, ketua panitia pelaksana yang juga merupakan Ketua Yayasan Seri Pelangi Kepri, Nuratiah, menjelaskan bahwa tadinya ada sekitar 200 peserta yang akan hadir dalam acara tersebut. Namun, mengingat kondisi pandemi Covid-19 maka panitia hanya bisa mengakomodir sebagian peserta saja dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami ingin membantu masyarakat tetapi tidak bisa memberi uang atau barang secara langsung. Maka dari itu kami membuka peluang usaha bagi siapa saja yang mau bergabung di yayasan” ujar Nuratiah di sela launching program.
Sesi seminar diisi oleh narasumber Muhammad Dahari, S.T sebagai salah satu seniman yang ikut terlibat dalam pembuatan ornamen melayu pada Jembatan Layang Laluan Madani Batam.
Sementara itu seminar dibuka secara resmi oleh H. Makmur Ismail selaku Dewan Kehormatan LAM Provinsi Kepri dan LAM Kota Batam, sekaligus Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam. Dalam sambutannya ia berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi pengembangan warisan budaya melayu. “Pantun saja sudah diakui dunia melalui UNESCO meski ia tidak berwujud benda. Bukan tidak mungkin ke depan ornamen melayu juga akan mendapat pengakuan dunia” lanjutnya.
Selama kegiatan berlangsung, para sponsor yang juga sekaligus mitra Yayasan Seri Pelangi Kepri turut menawarkan aneka produk dengan harga promo diantaranya Supertin, Mie ABC Selera Pedas, Milo, Sabun Zen, Hydro Coco, Air Mineral Cleo, Nu Green Tea, Sabun Kuat Harimau, dan QL Cosmetic. Bentuk dukungan juga turut diberikan oleh Laku Pintar Bank Riaukepri serta Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau.(rilis)












Komentar