BINTAN – Rencana akan ditutupnya BTI sangat disayangkan oleh Hanafi Ekra Anggota Komisi IV yang juga merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri. Menurutnya, Pemprov Kepri bisa mengambil alih untuk pembinaannya karena BTI adalah kampus harapan untuk menumbuhkembangkan SDM tempatan agar bisa bekerja dan bersaing dalam industri pariwisata di Bintan dan Kepri pada umumnya.
“Saya prihatin dan sangat disayangkan jika BTI ditutup pada awal bulan November ini sebab menurut saya pariwisata Kepri ini perlu dikembangkan oleh anak-anak tempatan dan anak-anak tempatan perlu dilatih skilnya agar diterima di pasar kerja pariwisata seperti hotel-hotel yang ada di kawasan lagoi,” kata Hanafi Ekra.
Hal ini sejalan juga dengan janji Gubernur dan Wakilnya yang ingin menciptakan 100 ribu lapangan kerja baru.
“Saran saya Pemprov Kepri bisa ambil alih dengan tata kelola yang lebih profesional tentunya atau jika memang tidak bisa diselamatkan saya berharap Disdik dan Disnaker bersinergi untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil di bidang pariwisata agar SDM tempatan bisa bekerja dan menjadi tuan di daerahnya,” kata Hanafi Ekra.
Jangan sampai, efek sosial dari hal ini akan banyak pengangguran di Bintan khususnya dan Kepri.
“Masalah masyarakat itu adalah persoalan minimnya lapangan kerja, masalah perusahaan adalah minimnya tenaga kerja terampil kalau ini dipadupadankan bisa menyelesaikan persoalan pengangguran. Sekolah menciptakan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan pasti perusahaan tidak sungkan-sungkan untuk merekrutnya,” ujar Hanafi Ekra.
Untuk itu, tambah Hanafi Ekra diperlukan kampus atau akademi atau SMK yang bisa mendidik tenaga-tenaga kerja yang memiliki attitude yang baik serta terampil.
“Sudah banyak tamatan BTI terserap menjadi tenaga kerja pariwisata, jadi sayangkan kalau BTI ditutup,” tutup Hanafi Ekra










