oleh

Akhirnya Pulang! FBI Serahkan Jasad Leluhur Indonesia Langsung ke Prabowo

JAKARTA –  Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel menyerahkan kembali benda-benda cagar budaya dan artefak etnografi yang sebelumnya dibawa keluar secara ilegal dari Indonesia, kepada Presiden Prabowo Subianto di Kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 22 Juli. Repatriasi ini terkait dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Kejahatan Seni FBI di Indianapolis dan New York atas tindak pencurian dan penjarahan artefak budaya serta jasad leluhur dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Benda-benda yang dikembalikan ke Indonesia dalam upacara tersebut mencakup sisa-sisa jasad leluhur yang diyakini telah dibawa keluar dari Indonesia secara ilegal beberapa dekade lalu oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya. Selain itu, FBI juga memulangkan artefak etnografi milik Indonesia yang disita dari kediaman seorang mendiang kolektor asal Indiana pada 2014.

“Tim Kejahatan Seni FBI memimpin penyelidikan khusus terkait karya seni ini, dan telah berhasil menyelamatkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang tak ternilai harganya sejak 2004. FBI sangat menghargai kemitraan internasional kami, dan kami tetap berkomitmen, melalui kerja keras tim ini, untuk mengembalikan artefak budaya ke tempat asalnya,” ujar Direktur FBI Kash Patel. “Repatriasi benda-benda yang penting bagi warisan budaya Indonesia, yang dalam hal ini mencakup jasad leluhur, membutuhkan kerja sama dan kerja tim yang luar biasa, dan saya bangga atas kinerja tim kami yang berhasil menyelesaikannya.”

Foto oleh: Budi Sudarmo/U.S. Embassy, Jakarta

Melalui penyelidikan yang melibatkan bantuan dari para pakar di bidangnya, FBI menyimpulkan bahwa artefak dan jasad leluhur tersebut berasal dari berbagai komunitas di Indonesia. Pelaku yang menjarah artefak-artefak ini memberikan label pada beberapa benda dengan mencantumkan lokasi dan tanggal perolehannya. FBI kemudian menyelidiki lebih lanjut catatan perjalanan kolektor tersebut dan mengonfirmasi perjalanannya ke wilayah Indonesia pada 1970-an. Pada akhirnya, para pemilik jasad leluhur dan artefak tersebut menyerahkannya secara sukarela kepada FBI sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas.

Baca Juga  @SEOBALAP Dinobatkan sebagai Komunitas Profesional SEO Global

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya telah berlangsung sebelumnya. FBI tercatat telah beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak penting Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu serta artefak dari sejumlah situs budaya. “Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekretariat Negara dan juga Kementerian Luar Negeri,” tutur Fadli dalam rilis Sekretariat Negara RI.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Tegaskan Pentingnya Menjaga Kedamaian Jelang Pemilu 2024

Dalam persiapan repatriasi, FBI mengawasi proses pengemasan dan pembuatan peti pelindung (crating) secara profesional untuk jasad leluhur dan artefak tersebut agar pengirimannya kembali ke Indonesia berjalan aman. Repatriasi artefak budaya ini menandai langkah penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

FBI terus berkomitmen untuk menyelidiki pencurian dan perdagangan ilegal kekayaan budaya di seluruh dunia, dengan bekerja sama dengan para mitra internasional untuk mengembalikan warisan budaya yang dicuri kepada komunitas asalnya. FBI menantikan kelanjutan kerja sama yang erat dengan Pemerintah Indonesia dalam pelindungan warisan budaya dan repatriasi artefak yang dipindahkan secara ilegal.

Foto oleh: Budi Sudarmo/U.S. Embassy, Jakarta

News Feed