oleh

Ini Kasus Anak Tertinggi di Kepri dan Batam

BATAMCLICK.COM: Sejak Januari hingga Juli 2020, KPPAD Provinsi Kepri telah menerima pengaduan dari masyarakat sebanyak 76 kasus anak.

Kasus anak tersebut terjadi pada berbagai klaster, dengan perincian: 12 kasus kekerasan pada anak, 9 kasus pelecehan atau pencabulan, 3 kasus bullying, 25 hak asuh, 8 kasus hak pendidikan, 5 kasus penelantaran, 4 kasus eksploitasi, 7 kasus pencurian, 3 kasus trafiking, 3 kasus kenakalan dan 1 kasus pornografi.

“Jumlah ini baru julmlah kasus, belum lagi jumlah anak yang terlibat dalam kasus tersebut,” ungkap Erry Syahrial, Ketua KPPAD Provnsi Kepri, dalam rilisnya.

Jumlah angkanya yang terlibat dalam masing-masing kasus tersebut, lanjt Erry bisa sampai 5 atau 6 anak.

Erry mencontohkan, meski hanya menerima satu kasus pornografi, namun jumlah anak yang jadi korban dalam kasus ini mencapai 8 anak, atau pelajar yang jadi korban. Demikian juga kasus lainnya.

“Kasus yang sering menimpa anak yakni kasus pencabulan, kekerasan fisik dan penelantaran, juga eksploitasi,” paparnya.

Baca Juga  Untuk ke-32 Kalinya, INFOBRAND.ID Sukses Gelar Indonesia Digital Popular Brand Award 2024

Sedangkan kasus yang paling banyak menimpa anak, mantan wartawan ini mengatakan, yakni kasus perebutan hak asuh.

“Orang tuanya bercerai, anaknya jadi perebutan, kasus ini bisa berdampak buruk pada mental dan pertumbuhan anak,” sebutnya.

Kasus hak pendidikan, terakhir banyak juga muncul ke permukaan, terutama terkait dengan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang baru usai, sehingga ada persoalan system zonazi dan PPDB online.

“Masa pandemi dan di rumah saja, juga ikut memicu penambahan kasus anak,” kata Erry.

Ia mencontohkan, beberapa anak menjadi nakal dan kurang terkontrol, ketika mereka bosa berada di rumah. Mereka memilih untuk bermain di luar rumah.

“Di luar kumpul-kumpul dengan kawan-kawan tanpa kegiatan yang jelas, membuat mereka seriang terjerumus dan berbuat kejahatan yang sifatnya kriminal,” lanjutnya.

Baca Juga  Ansar - Marlin Harus Fokus Atasi Kontraksi Perekonomian Kepri yang Mencapai -3,80 Persen

Pantau 41 Kasus Covid pada Anak

Selama pandemic Covid-19, KPPAD Kepri juga memantau anak-anak yang terpapar dan jadi korban Covid 19.

Dari pantauan KPPAD, dan data Dinas Kesehatan, sebanyak 41 anak di Kepri menjadi korban positif Covid, dengan perincian 2 anak meninggal, sembuh 35 anak dan sedang dirawat saat ini sebantak 4 anak.

“Kebanyakan anak yang jadi korban covid 19 berada di Batam, dan masuk dalam beberapa claster penularan, seperti klaster donat di Seraya, klaster di Bengkong Sadai, claster sukajadi dan lainnya,” kata Erry.

Menurut Erry, jumlah anak yang menjadi korban Covid cukup tinggi, dan membuktikan bahwa anak termasuk kelompok rentan terkena Covid.

Kondisi ini juga terjadi di daerah tau provinsi lainnya di Indonesia.

“Ini menjadi dasar bagi Tim Gugus Tugas Covid untuk menunda anak untuk bersekolah, dan masih menerapkan system belajar daring di rumah,” pungkas Erry.

Baca Juga  Bawaslu dan Panwascam Membagikan Masker ke Pengguna Jalan Raya

Pemprov Kepri Terima Anugerah KPAI

Pada HAN tahun 2020 ini, Provinsi Kepri menerima Anugerah KPAI 2020, yang diberikan kemarin, Rabu (22/7/2020), dalam acara Webinar KPAI yang berlangsung secara nasional.

Pemerintah Provinsi Kepri menerima penghargaan untuk kategori Pemerintah Daerah yang Punya Komitmen untuk Memperkuat kelembagaan KPPAD.

Penghargaan diterima oleh Sekdaprov Kepri Arif Fadillah, didampingi seluruh Komisioner KPPAD Kepri, Kepala DP3AKB Kepri Misni dan stakeholder anak lainnya.

Ini kedua kali Pemprov Kepri menerima penghargaan dari KPAI, setelah tahun 2014 juga mendapatkan.

“Semoga dengan Anugerah ini, kehadiran KPPAD Kepri sebagai perpanjangan tangan KPAI semakin dibutuhkan bagi masyarakat Kepri menyelesaikan permasalahan anak. Lembaga KPPAD Kepri ini, membantu Pemprov Kepri mencapai visinya dalam perlindungan anak yaitu terciptanya Provinsi kepri Ramah Anak,” harap Erry. ***

Komentar

News Feed