oleh

Ikan Napoleon Jadi Motif Batik Kepri

BATAM – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin menutup pelatihan Membatik Bagi Pelaku Usaha Perempuan Rumahan pada Kegiatan Pengembangan Industri Rumahan di Ruko CNN, Batam (21/7).

Wahyu Wahyudin mengharapkan dengan keterampilan ini bisa melatih perempuan di Kepulauan Riau, khususnya di Batam bisa mengimplementasikan di rumahan.

”Dalam pelatihan keterampilan ini saya mengambil motif ikan Napoleon dan motif Merica. Karena ikan Napoleon adalah ikan yang sangat mahal dan langka serta adanya di Kepulauan Anambas,” jelasnya.

Baca Juga  Yakesma Batam Bantu Keluarga Yosi

Sementara merica atau sahang adalah hasil rempah-rempah dari Indonesia yang terkenal di dunia dan saat ini sudah dikembangkan di kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga.

”Dengan keterampilan membatik ke depan bisa menjadikan suatu bisnis dan bisa menjadikan PAD (Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri,” harap Wahyu Wahyudin.

Wahyu juga memberikan motivasi kepada peserta. Untuk mengubah pemimpi menjadi pemimpin perlu mempersiapkan diri, perlu menambahkan huruf N pada kata pemimpi sehingga dari pemimpi menjadi pemimpin.

Baca Juga  Sembuh 14 Pasien, Tapi Positif Covid-19 Nambah 53 Orang di Batam

N yang dimaksud tersebut memiliki 5 penjelasan, yaitu : 1. Niat yang tulus untuk berbuat kebaikan dan terus melakukan perbaikan. 2. Nilai moral yang baik agar menjadi teladan. 3. Nalar yang tinggi untuk mencari berbagai alternatif solusi. 4. Networking yang luas. 5. Nyali yang besar.

Sementara Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Sandra Wati Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3APP-KB) Pemprov Kepri mengatakan, pelatihan itu diadakan selama dua hari.

Baca Juga  54 Jurnalis Ikut UKW Gratis Dewan Pers di Batam

Dan diikuti oleh peserta perempuan dari Batam serta di bagi menjadi empat kelompok. Dalam pelatihan ini dari DP3APP-KB Pemprov Kepri memberikan keterampilan membatik dari takaran warna, mewarnai, mencanting sampai kain batik sudah jadi diajarkan semua.

”Harapan saya dengan keterampilan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi outcome-nya bisa dilaksanakan di kelompok rumahan,” harap Sandra Wati. (mas)

Komentar

News Feed