TANJUNGPINANG – Menjelang penetapan awal Dzulhijjah 1441 Hijriyah, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri menggelar sidang rukyatul hilal di Kafe Puncak Bukit Cermin, Tanjungpinang, pada (21/7) sore kemarin.
Pemantauan ini dilakukan langsung Tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag Kepri, Kemenag Tanjungpinang, Kemenag Bintan, Pengurus MUI kepri, dan perwakilan BMKG Tanjungpinang dengan mengedepankan protokol kesehatan pandemi covid-19.
Kabid Bimas Islam H Edi Batara mengatakan, tim belum berhasil melakukan pengamatan hilal melalui teropong satelit dikarenakan cuaca mendung dan disertai hujan.
Hal ini juga di sampaikan, tim BMKG Tanjungpinang yang melaporkan bahwa disekitar wilayah pulau Bintan sore itu terdapat awan tebal yang signifikan.
”Artinya kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, tim rukyatul hilal dapat melihat hilal secara langsung,” jelasnya (22/7).
Berdasarkan hasil pemantauan rukyatul hilal penentuan awal bulan Dzilhijjah 1441 H/2020, maka jatuh Ijtima’ akhir bulan Dzulqa’idah 1441 H terjadi pada Selasa Pon 21 Juli 2020 pukul 00.32 .02 LMT.
Edi Batara menceritakan, 1 Dzulhijah jatuh pada Rabu (22/7) atau bertepatan dengan posisi hilal mengarah ke utara dan sedikit miring ke selatan dengan ke tinggian -80•31’39″ berdurasi 39:42. Untuk cahaya hilal tim Badan Hisab Rukyat, mencatat -.0.77 persen Usbh.
Kemudian untuk matahari terbenam terjadi pada pukul 18:13:27 Wib dan bulan terbenam 18:53:07 Wib.
”Sehingga Idul Adha akan diperkirakan jatuh hari jumat tanggal 31 Juli 2020,” jelasnya.
Menurutnya, meski demikian keputusan tetap diumumkan pemerintah pusat melalui sidang isbat yang digelat Kementerian Agama RI, pada Selasa (21/7) selesai shalat Magrib.
”Kita ketahui pemerintah sudah menetapkan melalui sidang isbat bahwa hari raya Idul Adha 1441 H, jatuh pada Jumat, disampaikan langsung Menteri Agama Fahrul Razi,” tegasnya demikian. (cr29)









Komentar