
SIBERINDO, KARIMUN – Mungkin anda masih ingat slogan serangan fajar. Istilah ini biasa digunakan saat masa pemilihan umum (Pemilu). Serangan Fajar ini dilakukan oleh para Calon Legislatif (Caleg) dalam rangka subsidi konstituen, meskipun cara ini tak dibenarkan namun slogan ini membumi.
Nah kali ini versi serangan subuh diluar yang anda ketahui, kali ini serangan subuh atau fajar dilakukan tanpa embel embel, memang ikhlas. Teknis Bantuan sosial (Bansos) sembako diberikan pada pasca sholat subuh ini dilakukan oleh kodim 0317.TBK untuk warga dan buruh lepas diwilayah Sungai Lakam Timur.
”Kita hanya meniru praktek, waktunya saja sebab di Islam sedekah subuh adalah pembuka reseki,” ujar Dandim Letkol Inf Agus Rediyanto,Rabu (23/2/2022) dilansir infotiga.com saat berada di RT 02 RW 02 Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun,
Rutinitas dan aksi sosial ini di jelaskan Agus Rediyanto hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, jadi warga cukup gembira bahkan kaget dapat sembako dikala fajar menyingsing. Namun bukan itu saja maknanya, bahwa sembako yang kami berikan bisa langsung di manfaatkan.
”Bisa dimasak dan digunakan untuk sarapan pagi, agar warga sehat dan imunpun kuat,”tambahnya.
Pembelajaran ilmu masyarakat itu penting, dalam aksi bansosnya Dandim Letkol Inf Agus Rediyanto juga membawa sang istri sekaligus Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXXI Dim 0317 Ny. Fika Agus
Dipihak lain, selaku warga penerima juga merasa bahagia, dan diberikan keberkahan di pagi hari
”Kami sangat berterima kasih kepada pak Dandim, kaget juga sih, subuh. Kami jadi disiplin bahwa bangun subuh membawa berkah,”Tanggap Rediyanto berceloteh sesama warga penerima bernama Riko (45).
Kondisi Riko yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini, merasa terperhatikan atas aksi Bansos serangan fajar tersebut, selama ini ia yang tak bisa bekerja maksimal karena mengalami penyakit gangguan penglihatan.
”Saya sedang sakit, bola itam mata saya diselimuti lemak, jadi lihatpun kurang jelas,”Ucapnya
Saat ini Riko bersama keluarga kecilnya diatas drainase dengan bangunan kayu berukuran sekitar 3 x 4 bersama istri dan anak balitanya yang masih berusia 1 bulan serta 5 orang anak lainnya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Dandim 0317/TBK Letkol Inf Agus Rediyanto mengatakan, melalui program subuh Kodim 0317/TBK ini, paket sembako yang diberikan dirasa cukup tepat sasaran dikarenakan turun melihat langsung kondisi rumah warga tersebut.
“Alhamdulilah kami mendapat informasi bahwa ada masyarakat kurang mampu yang tinggal di atas drainase dengan ukuran banguna kayu sekitar 3×4. Saya sangat prihatin dan saya rasa ini benar-benar tepat sasaran,” kata Damdim
Agus menambahkan, Riko memiliki penyakit yaitu lemak yang berada pada bola mata hitamnya dan tidak memiliki kartu BPJS.
Oleh karena itu bantuan paket sembako yang berisi 5 kg beras, 5 papan telur, 2 dus mie instan, 5 kotak susu bubuk bayi, 2 kg gula pasir dn 2 kotak teh ini dapat membantu kebutuhan mereka.
“Dengan disejalankan program sedekah subuh Kodim 0317/TBK, kita berharap paket sembako yang telah kita berikan setidaknya dapat meringankan beban bapak Riko sekeluarga” tutupnya. (Taufik)










