oleh

DPMD Natuna Dorong Terbentuknya BUMDes Setiap Desa

NATUNA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mendorong keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disetiap desa yang ada diwilayah setempat.

“Kita terus berupaya agar seluruh desa melakukan pengembangan BUMDes,” kata Kepala DPMD Kabupaten Natuna, Anrizal Zen, ST, kepada koranperbatasan.com grup siberindo.co Senin, 22 Februari 2021.

Kata Anrizal, bagi desa yang telah memiliki BUMDes harus dapat mengembangkan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. Pihaknya meminta kepada seluruh kepala desa agar dapat menggali dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui keberadaan BUMDes tersebut.

Baca Juga  Pengusaha Alat Berat Perusak Hutan Konservasi di Bangka Ditangkap KLHK

“Jadi kita pada 2021 akan mengupayakan untuk merealisasikan itu, satu desa satu BUMDes,” ujarnya.

Anrizal menghimbau kepada seluruh kepala desa agar BUMDes yang sudah ada di desanya masing-masing dapat dijaga dan dikembangkan semaksimal mungkin.

“Saya juga berpesan untuk tidak mengganti keanggotaan (pengurus) BUMDes yang sudah ada karena mereka baru merintis dan juga luar biasa lelahnya untuk membentuk BUMDes ini agar bisa menjadi lebih berkembang,” katanya.

Baca Juga  Sekda Natuna Boy Wijanarko Harap Satpol PP di HUT ke-72 Lebih Humanis Dalam Melaksanakan Tugas

Menurut Anrizal, jika tidak ada ketegasan mendorong terbentuknya BUMDes disetiap desa, maka kegiatan ekonomi desa akan jalan ditempat karena kurangnya perhatian dari kepala desa.

“Ini semua menjadi penting, kalau mereka mau membentuk BUMDes, mau tidak mau ada perubahan orientasi soal potensi desa yang ada,” imbuhnya.

Karena lanjut Anrizal untuk mengukur kinerja kepala desa tidak hanya dilihat dari sisi perkembangan infrastrukturnya saja, melainkan pembentukan dan pengelolaan BUMDes.

Baca Juga  Bupati Natuna Minta ASN Kumpulkan Sekilo Beras Perbulan, ini Tujuannya Mandalapos.co.id, Natuna -- Bupati Natuna Wan Siswandi, melontarkan gagasan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Natuna mengumpulkan satu kilo beras setiap bulannya. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD, Kamis (6/10) di Kantor Bupati Natuna. Diungkapkan Wan Siswandi, gagasan tersebut muncul setelah ia melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat Natuna, di tengah kondisi ekonomi yang sedang merosot. "Saya turun ke kampung-kampung, memang betul-betul sulit masyarakat kita ini. Bagaimana kalau kita sepakat mengumpulkan sekilo beras perorang tiap bulannya, Kira-kira keberatan tidak? " tuturnya. Menurut Wan Siswandi, selain membantu masyarakat yang kesulitan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala bagi orang yang membantu. "Kita anggap ini infak, sedekah atau apa nanti namanya, kita kumpulkan semua di kantor bupati, nanti setiap awal bulan kita salurkan ke yang membutuhkan," ujarnya. Terkait teknis pengumpulan beras, menurut Wan Siswandi akan diserahkan ke dinas masing-masing. Setelah beras dari dinas terkumpul, selanjutnya diserahkan ke sekretariat daerah untuk kemudian didistribusikan. "Kalau kita bisa lakukan itu kan luar biasa, beras hanya Rp15 ribu, bisa lah itu," ucapnya. Menambahkan, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, meminta beras yang nantinya akan dikumpulkan ini, dibeli dari produk lokal. " Kalau bisa beli berasnya produk beras lokal, biar menghidupkan petani lokal dan ekonomi lokal juga," pintanya. Sementara itu, Asisten III Pemkab Natuna, Tasrif, berharap kedepan selain sumbangan beras, agar pegawai di lingkungan Pemkab Natuna juga bisa berinfak tambahan, yakni uang sebesar dua ribu Rupiah setiap hari Jum'at. Ide Asisten III pun disambut baik pemimpin daerah, Wabup Natuna Rodhial menilai, dengan infak yang dikumpulkan itu nantinya bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di tengah situasi mendesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

“Kalau belum mulai-mulai itu menandakan pemerintah desa belum baik,” tegasnya. (KP).

Laporan : Amran

Komentar

News Feed