oleh

Kasus Covid-19 di Anambas Bertambah 8, Terbanyak Sejak Status Zona Hijau

BATAMCLICK.COM, Anambas – Kasus baru Covid-19 Kepulauan Anambas meledak, usai Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis pertambahan sebanyak 8 pasien. Ini menjadi jumlah pasien terbanyak sejak Anambas melepas status zona hijau.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Anambas, Sahtiar menyampaikan, 6 dari 8 pasien tersebut merupakan hasil pengembangan di Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara.

“1 pasien berasal dari Payalaman, Kecamatan Kute Siantan yang memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Sedangkan 1 lagi merupakan pasien yang mengalami gejala demam sejak 19 November lalu, sehingga dilakukan pemeriksaan dengan metode RT PCR dengan hasil mengarah covid-19,” kata Sahtiar, Minggu (22/11/2020).

Baca Juga  Para Pedagang Senang, Bupati Anambas Borong Dagangannya

Sahtiar memaparkan, jumlah warga Anambas yang terpapar Covid-19 sudah 25 orang yaitu meliputi, SM (40) pasien 18, MA (18) pasien 19, NI (3) pasien 20, R (35) pasien 21, AM (75) pasien 22, AA (6) pasien 23, A (40) pasien 24, SK (38) pasien 25.

“NI pasien yang termuda saat ini, sedangkan AM menjadi pasien tertua. Dengan demikian, kami mengimbau masyarakat agar tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Kita harus bekerjasama untuk memutus mata rantai Covid-19 ini,” tegasnya.

Baca Juga  Laboratorium PCR RSKI Galang Sudah Beroperasi

Sahtiar menambahkan, Satgas Covid-19 Kepulauan Anambas akan tetap melakukan tahapan penanganan terhadap pasien covid-19. “Kami juga akan tetap melakukan tracing terhadap tempat aktivitas pasien yang baru terkonfirmasi positif,” ucapnya.

Mantan Ketum PSSI ini juga mengimbau kepada seluruh senator untuk memperhatikan kebijakan pembelajaran tatap muka itu. LaNyalla meminta seluruh anggota DPD melakukan pemantauan dan evaluasi berkala.

Baca Juga  Dibantu Gubernur, Pemeriksaan Sampel Swab Warga Kepri Tuntas

“Para senator harus peduli terhadap kegiatan belajar tatap muka di dapil asalnya masing-masing. Lakukan koordinasi, pemantauan dan menjaring masukan dari masyarakat terkait rencana kegiatan belajar tatap muka di sekolah,” pungkasnya.

Sumber: BATAMTODAY

Komentar

News Feed