oleh

Tertimpa Plafon, Ibu dan Bayi Terperangkap di dalam Rumah, PUTING BELIUNG BENGKONG

BATAMCLICK.COM: Suara Adzan Dzuhur baru saja menggema, saut-sautan dari masjid ke masjid, Sabtu (22/8/2020) siang.

Belum habis lagi Muazin mengumandangkan seruan sholat itu, tiba-tiba, warga RT 1, RT 2 dan RT 5, RW 12, Sei Nayong, Kelurahan Sadai, Bengkong, mendengar suara lain.

“Macam suara hujan deras sekali, tapi airnya nggak turun,” ujar Eka (26).

Eka yang sedang menggendong anaknya di dalam rumah langsung ketakutan.

“Saya tutup pintu, jendela semua,” ungkap ibu muda itu.

Baca Juga  Cara Buat KTP-el GRATIS Secara Online di Kota Batam

Sambil duduk bersipuh di ruang utama rumahnya, dIkir, dan sholawat pun tak putus keluar dari mulutnya.

“Saya gendong anak saya kuat-kuat, kami duduk di lantai, saya takut, suami kerja, di runah hanya kami berdua,” ujarnya.

Dalam kerakutan itu, Eka mendengar duara hempasan atap yang sangat kuat.

Ya, atap rumahnya yang dihempas oleh angin puting beliung.

“Plafon jatuh semua, nimpa kepala saya, saya peluk anak saya, biarlah saya yang kena, asal jangan anak saya,” lanjut Eka.

Baca Juga  Hadiri Maulid Nabi Muhammad, Syaifullah : Menyerahlah Kepada Allah

Ibu satu anak ini tak bisa berbuat apa-apa, dia pun berteriak minta tolong. Namun suaranya kalah kencang dibanding suara deruan angin puting beliung.

“Tak ada yang datang, rasanya saya sydah mau mati, takut sekali,” sebutnya.

Beberapa saat kemudian suara angin itu sudah menghilang. Eka memberanikan diri untuk bangkit dari duduknya.

Disibak satu persatu runtuhan gipsum yang menimpa ia dan anaknya.

“Saya lihat ke atas, ternyata atap rumah saya sudah tidak ada lagi, langsung nampang ke langit,” ujarnya.

Baca Juga  13 Kapal Angkut Limbah B3 dari Negara Tetangga ke Wilayah Kepri

Tak peduli dengan kondisi itu, Eka pun berlari ke luar rumah sambil berteriak minta tolong.

“Itu lah baru ramai orang datang, ternyata bukan rumah saya aja yang kena,” sebutnya.

Di lingkungan RW 12 ada belasan rumah yang menjadi korban keganasan puting beliung.

Bahkan salah satu kios tempat produksi keripik, milik UKM ambruk.

Bersukur saay kejadian itu, proses pembuatan keripik sedang berhenti.

“Biasanya ada orangnya, hari ini libur kayaknya,” ungkap salah seorang warga.(bos)

Komentar

News Feed