Masyarakat di 4 desa, Kecamatan Serasan Timur malaksanakan aksi gotong royong (goro) bersama, bangun akses jalan destinasi Pantai Gayam dan Pantai Pak Tanu, Minggu (19/7).
NATUNA – Aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat dari ke empat desa ini, diantaranya Desa Arum Ayam, Desa Air Nusa, Desa Air Ringau, dan Desa Payak patut diacungi jempol.
”Kami bangga memiliki masyarakat yang masih peduli akan daerahnya sendiri, terlebih dengan kebersamaan gotong royong membangun jalan demi kemajuan desa,” kata Camat Serasan Timur, Efendi saat ikut membantu proses pengerjaan jalan menuju Desa Air Gayam, Senin (20/7).
Pembangunan jalan tersebut terlaksanakan, berkat inisiatif warga untuk membangun daerahnya supaya dapat dilewati kendaraan dan juga menjadi akses jalan menuju tempat wisata.
”Awalnya inisiatif dari seorang warga bernama H. Syafei, akhirnya diikuti oleh para warga di 4 desa di kecamatan Serasan Timur. Dengan telah terbangun jalan tersebut, dapat memperlancar kegiatan masyarakat untuk perkebunan dan pariwisata,” tambahnya.
Sementara Ketua Penggalangan dana pembangunan jalan tersebut, Syafii menuturkan, bahwa pembangunan jalan dengan anggaran patungan dari warga ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak.
Selain itu, pihaknya juga telah mengumpulkan anggaran tersebut sejak 8 bulan lalu.
”Untuk mengerjakan jalan ini, anggarannya dari para warga sekitar dan juga ada sumbangan dari bapak-bapak dewan yang peduli dengan niat kami dalam membangun daerahnya,” ungkapnya.
Ia juga mengharapkan, dengan adanya kerjasama gotong royong antar sesama ini, dapat ditiru dengan daerah lainnya. Sehingga kegiatan tersebut mennadi contoh desa lainnya, dalam membangun daerahnya sendiri.
”Ya, mudah-mudahan kegiatan kerjasama 4 desa ini, dapat berjalan sukses dan mendapatkan da bisa diikuti oleh para Makula muda,” harapnya.
Sebelumnya, aksi yang sama juga dilakukan warga di Desa Sedanau Timur dengan memperbaiki jembatan antar desa dengan swadaya.
Sebab, jalan itu merupakan akses satu-satunya antardesa yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Natuna juga telah berjanji akan memperbaiki jembatan itu.
Namun, hingga kini tak kunjung nyata dari janji itu dan masyarakat bosan menunggu.
Sehingga, masyarakat memperbaiki jembatan itu secara swadaya demi kelancaran aktivitas masyarakat. (hrd/tanjungpinangpos.id)










Komentar