TANJUNGPINANG – Warga Kampung Kolam, Gang swadaya I, Kelurahan Tanjungpinang Barat minta Pemerintah untuk menanggung biaya untuk pemakaman Jenazah Covid-19.
Warga mengeluh karena harus mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk pemakaman keluarga mereka yang meninggal karena terpapar Covid-19.
Ketua RT IV Kp Kolam Zaini mengatakan, mereka keberatan dengan adanya biaya pengalian untuk keluarga jenazah Covid-19.
Pihak Keluarga diminta duit Rp1,5 juta untuk biaya gali kubur jenazah keluarganya.
“Kami merasa terbebani dengan biaya tersebut. Karena kami orang susah dengan biaya pengalian tersebut,” ucap Zaini, Jumat, (21/5).
Ia menyebutkan, karena tidak semua yang terpapar Covid-19 dari kalangan orang berekonomi menengah ke atas. Keluarga yang meninggal hanya buruh harian lepas tanpa ada gaji yang tetap. Dengan Begitu, Zaini minta pemerintah untuk bisa meringankan dan menanggung biaya pemakaman jenazah Covid-19.
“Keadaan Perekonomian sekarang ini uang segitu besar bagi kami. karena saya sendiri kerjanya tidak tetap. saya harap Pemerintah bisa menanggung biaya tersebut,” pintanya.
Ia melanjutkan, Informasinya dulu pemakaman jenazah Covid-19 ditangung oleh pemerintah, dan pihak keluarga tidak di minta biaya tersebut. Nyatanya keluarga harus ikut menanggung biaya.
“Dulu infonya tidak bayar karena semua ditanggung Pemerintah,” tuturnya.
Di Kesempatan lain, Konfirmasi Kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tanjungpinang, Djasman menuturkan, untuk biaya pemakaman memang tidak ditanggung Pemerintah. Jadi Keluarga yang bayar biaya gali kubur.
” Pemerintah tidak menanggung biaya pemakaman,” ungkap Djasman saat dikonfirmasi via telepon Jumat, (21/5).
Lanjutnya, tukang gali kubur bukan dari Disperkim. Namum dari luar, jadi Keluarga bayar untuk tukang gali kuburnya. (cr30)











Komentar