BATAM – Menanggapi keluhan masyarakat terkait lonjakan ekstrim tarif air bulan januari 2020, DPRD Kota Batam melalui komisi 3 memanggil pihak PT. Moya guna mengadakan rapat dengar pendapat (rdp) (20 Januari 2021).
Rdp tersebut juga dihadiri oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan PB Batam, Binsar Tambunan, Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto, Cyndi M. Pardede dari Ombudsman Perwakilan Kepulauan riau, perwakilan masyarakat Forum Komunikasi Halo Batam dan perwakilan masyarakat lainnya.
Kontrak PT. Moya dalam masa transisi dimulai tanggal 16 November 2020 hingga 16 Mei 2021. Masalah terjadi ketika sebanyak 303 pelanggan mengeluhkan lonjakan tagihan hingga diatas 100 persen. “PT MOYA mengakui ini karena human error. Dimana petugas pada periode agustus hingga November tidak menghitung berdasarkan fakta di meteran pelanggan, melainkan berdasarkan perkiraan saja” ujar Rohaizat, anggota Komisi 3 yang juga ketua Fraksi PKS DPRD Kota Batam yang menghadiri rdp tersebut.
Dari 303 pelanggan yang melapor, PT Moya merincikan 31 pelanggan adalah sambungan baru, 10 pelanggan mengalami kebocoran instalasi dalam lalu 262 pelanggan lain mengalami penumpukan atau akumulasi dari kesalahan penghitungan tagihan.
Pada rdp tersebut PT. Moya menawarkan solusi untuk 303 pelanggan dapan menyicil tagiahan. Namun hal tersebut ditolak Komisi 3 DPRD karena dianggap bukan soluisi “ini merugikan konsumen dan bertentangan dengan UU NO 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Karena kasus ini adalah kesalahan pihak pengelola dan konsumen tidak bisa dibebani” ujar Rohaizat. Pria yang akrab disapa pak long itu juga mengatakan sejauh ini 303 pelanggan yang melapor adalah pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga diatas 100 persen “kami yakini ada lebih banyak lagi konsumen yang dirugikan dalam kasus lonjakan tagihan ini. Dan PT. Moya harus bersedia menanggulangi masalah yang dialami konsumen tersebut” kata Rohaizat.
Tidak ditemukannya solusi pada rdp hari itu membuat rapat di tunda hingga seminggu kedepan.











Komentar