oleh

Masa Tinggal Turis di Thailand Diperpanjang jadi 45 Hari

BANGKOK – Pemerintah Thailand mengeluarkan kebijakan yang dinilai sangat menguntungkan bagi wisatawan. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan perekonomian thailan paska pandemi Covid-19. Pemerintah Thailan mengizinkan perpanjangan masa tinggal bagi wisatawan asing antara Oktober dan Maret mendatang sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi Thailand karena tekanan dari Covid-19 sudah mereda.

Orang asing dari berbagai negara yang datang ke Thailand di bawah kategori visa-on-arrival akan diizinkan mendapat masa tinggal yang digandakan hingga 30 hari. Demikian disampaikan Mr Taweesilp Visanuyothin, juru bicara gugus tugas utama Covid-19 Thailand mengatakan Jumat (19/8/2022).

Wistawan yang datang ke Thailand berasal dari lebih dari 50 tempat, termasuk Indonesia dan Singapura, yang saat ini mendapatkan masa tinggal 30 hari, kedepan akan dapat masa tinggal di thailand selama 45 hari.

Thailand berharap peningkatan kedatangan wisatawan akan membantu mendorong pertumbuhan ekonominya tahun ini, meskipun lajunya diperkirakan masih yang terendah di Asia Tenggara.

Baca Juga  Raden Hari Bantu Tandu dan Kursi Roda ke Warga Kampung Agas Tanjung Uma

Antara 1 Januari dan 17 Agustus, Thailand memperoleh pendapatan 176,3 miliar baht (S$6,9 miliar) dari 3,78 juta kedatangan asing.

Jumlah wisatawan ini melonjak 3.214 persen dari periode yang sama tahun lalu karena tahun lalu banyak peraturan termasuk lockdown.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa tinggal mereka,” kata Taweesilp. “Ini akan membantu meningkatkan pengeluaran wisatawan, menghidupkan kembali ekonomi dan mengurangi dampak dari pandemi.”

Baca Juga  De’Tones By Afgan Family Karaoke, Bawa Pengunjung ke Tempat-Tempat Romantis di Dunia

Awal bulan ini, seorang juru bicara pemerintah mengatakan Thailand mengharapkan untuk menarik 10 juta wisatawan internasional, dibandingkan dengan perkiraan 6,1 juta pada April.

Jumlah pengunjung terlihat meningkat menjadi 30 juta orang tahun depan. ANgka itu masih jauh dari 40 juta wisatawan yang melakukan perjalanan ke Thailand pada tahun sebelum Covid-19 menyebar. (*/arl)

News Feed