oleh

Dari Keamanan Siber hingga Pertanian, 91 Inovasi Perusahaan AS di Indonesia

JAKARTA — Perusahaan Amerika Serikat (AS) tercatat mengembangkan puluhan inovasi di berbagai sektor strategis Indonesia. Laporan BISA 2026 dari US-ASEAN Business Council (USABC) mengidentifikasi 91 inovasi dari 43 perusahaan AS selama periode 2020–2026.

Inovasi tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari teknologi digital dan keamanan siber, energi, pertambangan dan migas, hingga pertanian, jasa keuangan dan fintech. Total nilai moneter kontribusinya mencapai sekitar US$24,8 miliar.

USABC menyebut kontribusi tersebut hadir dalam berbagai bentuk, termasuk investasi, pendanaan program, hibah dan nilai produksi. Investasi berbasis inovasi juga diarahkan pada pengembangan talenta serta peningkatan kapasitas industri.

Dalam laporan tersebut, program pengembangan talenta tercatat telah menjangkau 10,7 juta penerima manfaat. Sementara itu, inovasi yang mendukung ekonomi tangguh telah menjangkau sekitar 8.000 konservasionis dan hampir 3.000 UMKM.

Baca Juga  Optimasi Manajemen Kinerja Berkelanjutan di Era Digital

Di bidang daya saing bisnis, dukungan inovasi telah menjangkau sekitar 1 juta pengguna digital dan lebih dari 80 ribu UKM. Sejumlah pihak turut membahas laporan tersebut, termasuk BRIN, Kementerian Perindustrian, APINDO, Coca-Cola Indonesia dan Amazon Web Services.

USABC menyatakan berbagai inovasi tersebut memperlihatkan potensi kemitraan teknologi untuk mendukung digitalisasi, industri berbasis teknologi serta pengembangan sektor pertanian dan kesehatan di Indonesia.

News Feed