WARKUK – Intensitas hujan pada Senin (18/07) sore hingga larut malam di wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan menyebabkan jalan lintas provinsi (Oku selatan–Lampung Barat, Lampung) terputus hingga Selasa sore.
Longsor terjadi di lima titik dengan pemandangan tanah yang tertunpuk di jalan raya setinggi 1-3 meter memanjang sekira 15 meter hingga 30 meter menutup badan jalan. Beberapa titik juga tergenang tanah yang licin dan pepohonan.
Longsor tersebut dikhawatirkan warga sekitar, terutama warga Bedeng Seng dan simpang Wisata Pusri. Apa lagi curah hujan yang tinggi belakangan ini dikhawatirkan warga akan banyak longsor susulan.
“Kalau kita lihat dari tingginya tanah yang masih basah di atas bukit perkebunan warga, potensi longsor akan tetap terjadi dan bahkan akan lebih bahaya, ” ujar seorang warga di lokasi longsor Bedengseng.
Warga mengkhawatirkan ini, karena putusnya akses jalan ini sangat merugikan warga karena pengiriman hasil pertanian dan perikanan warga menjadi terhambat.
Sementara Camat Warkuk Abdul Haris menyampaikan, Musibah longsor terjadi malam hari. Tidak terdapat korban jiwa, namun empat rumah warga terdampak, dan BPBD sudah turun dengan alat berat,” ujarnya kepada Kabiro KepriNews.
Selain sejumlah siswa yang terpaksa absen sekolah karena akses jalan tertutup lonsor, para pedagang yang urung bejualan keliling. Sejumlah kendaraan ekspedisi tampak memanjang terparkir, dan mayoritas pengemudi terpaksa putar arah. Yang menyulitkan warga, akses jalan ini merupakan jalan satu-satunya hingga warga berharap pemerintah segera menangani longsor yang terjadi agar aktivitas warga bisa normal kembali. (*/arl)








