oleh

TRC BPB Damkar Terus Beraksi Meski Tanpa APD

NATUNA – Meski belum memiliki Alat Pelindung Diri (APD) yang menjamin keamanan dan keselamatan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Penanggulangan Bencana (BPB), Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tetap melaksanakan operasi evakuasi sarang tawon.

Kali ini TRC BPB mengevakuasi sarang tawon di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut. Kegiatan penyelamatan itu berlangsung pada hari Rabu, 15 September 2021.

Menurut Kepala Sesi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bidang Penanggulangan Bencana, Damkar Natuna, Elkadar Lismana, SAP, M.Si, tanpa adanya APD tentu sangat berisiko. Bahkan tak jarang anggota TRC BPB terkena sengatan tawon selama proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga  Merdeka! Wan Siswandi-Rodhial Huda Catat Sejarah Baru di Perbatasan NKRI

“Ini sangat berbahaya, karena terkena sengatan tawon jenis vespa yang rutin dievakuasi, bisa menyebabkan pingsan bahkan meninggal dunia. Alhamdulillah Allah masih melindungi,” sebutnya menjawab koranperbatasan.com grup siberindo.co melalui pesan WhatsApp, Kamis, 16 September 2021.

Kata Elkadar, keberadaan sarang tawon dipemukiman sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja masyarakat belum mengetahui instansi atau perangkat daerah yang menangani evakuasi sarang tawon tersebut.

Baca Juga  Bupati Natuna Minta ASN Kumpulkan Sekilo Beras Perbulan, ini Tujuannya Mandalapos.co.id, Natuna -- Bupati Natuna Wan Siswandi, melontarkan gagasan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Natuna mengumpulkan satu kilo beras setiap bulannya. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD, Kamis (6/10) di Kantor Bupati Natuna. Diungkapkan Wan Siswandi, gagasan tersebut muncul setelah ia melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat Natuna, di tengah kondisi ekonomi yang sedang merosot. "Saya turun ke kampung-kampung, memang betul-betul sulit masyarakat kita ini. Bagaimana kalau kita sepakat mengumpulkan sekilo beras perorang tiap bulannya, Kira-kira keberatan tidak? " tuturnya. Menurut Wan Siswandi, selain membantu masyarakat yang kesulitan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala bagi orang yang membantu. "Kita anggap ini infak, sedekah atau apa nanti namanya, kita kumpulkan semua di kantor bupati, nanti setiap awal bulan kita salurkan ke yang membutuhkan," ujarnya. Terkait teknis pengumpulan beras, menurut Wan Siswandi akan diserahkan ke dinas masing-masing. Setelah beras dari dinas terkumpul, selanjutnya diserahkan ke sekretariat daerah untuk kemudian didistribusikan. "Kalau kita bisa lakukan itu kan luar biasa, beras hanya Rp15 ribu, bisa lah itu," ucapnya. Menambahkan, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, meminta beras yang nantinya akan dikumpulkan ini, dibeli dari produk lokal. " Kalau bisa beli berasnya produk beras lokal, biar menghidupkan petani lokal dan ekonomi lokal juga," pintanya. Sementara itu, Asisten III Pemkab Natuna, Tasrif, berharap kedepan selain sumbangan beras, agar pegawai di lingkungan Pemkab Natuna juga bisa berinfak tambahan, yakni uang sebesar dua ribu Rupiah setiap hari Jum'at. Ide Asisten III pun disambut baik pemimpin daerah, Wabup Natuna Rodhial menilai, dengan infak yang dikumpulkan itu nantinya bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di tengah situasi mendesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

“Semenjak kegiatan operasi evakuasi sarang tawon oleh TRC BPB sering dipublikasikan, maka masyarakat menjadi tahu dan segera melapor,” ungkapnya.

Elkadar menuturkan, bagi masyarakat yang berada di Pulau Bunguran Besar, jika melihat adanya sarang tawon bisa melaporkan ke TRC BPB atau menghubungi nomor telepon saluler (081372912003).

“Semoga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera terbentuk, agar kapasitas sumberdaya dan sarana prasarana dalam melaksanakan operasi evakuasi sarang tawon maupun lainnya, lebih aman sesuai standard,” pungkasnya.

Baca Juga  BPN Sebut Hasil Survey Tanah Wakaf di Natuna Banyak Terjadi Gugatan Ahli Waris

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna, Syawal, SE, menyebutkan pihaknya sudah mengusulkan pembelian APD ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Natuna.

“Kemarin sudah mengarahkan Pak Elkadar supaya mengusulkan pembelian APD ke tim anggaran. Namun belum bisa diakomodir karena refocusing anggaran,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati dan waspada terhadap serangan hewan berbisa.

“Hubungi petugas jika ada hewan berbisa yang masuk ke dalam rumah maupun di perkarangan,” tutupnya. (KP).

Laporan : Amran

News Feed