oleh

Gubernur Kepri Isdianto Kukuhkan FORSIL PKM Batam

BATAM – Forum Silaturahim Penggerak Kemakmuran Masjid (FORSIL-PKM) Kota Batam secara legal sudah terbentuk. Rabu (16/9).

Acara yang bertempat di PIH Batam tersebut dikukuhkan oleh Ketua Dewan Syuro Datok H. Hardi Slamet Hood, Ph.D.

Ketua Forsil Tohir Abu Lc. MA, dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa Batam bukan Kota yang dulu lagi. “Kota yang kita cintai ini sudah berubah. Kota Batam dahulu yang terkenal dengan Kota Industri, dugem (dunia gemerlap) Kota yang orang berpikir untuk bersenang-senang, sekarang, sudah 10 tahun terakhir ini, itu kita bisa rubah menjadi Kota Batam yang islami,” jelas Tohir, langsung di sambut takbir oleh para hadirin.

Baca Juga  Dua Hari Ini di Kabupaten Karimun Nihil Kasus Positif Covid-19

Acara yang bertempat di PIH Batam tersebut dikukuhkan oleh Ketua Dewan Syuro Datok H. Hardi Slamet Hood, Ph.D.

Ketua Forsil Tohir Abu Lc. MA, dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa Batam bukan Kota yang dulu lagi. “Kota yang kita cintai ini sudah berubah. Kota Batam dahulu yang terkenal dengan Kota Industri, dugem (dunia gemerlap) Kota yang orang berpikir untuk bersenang-senang, sekarang, sudah 10 tahun terakhir ini, itu kita bisa rubah menjadi Kota Batam yang islami,” jelas Tohir, langsung di sambut takbir oleh para hadirin.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Minta Caleg Serius Perjuangkan Prabowo agar Mendapat Kepercayaan Rakyat di Dapilnya

Ketua Dewan Syuro Datok H. Hardi Slamet Hood, Ph.D. (pegang map) membacakan Pengukuhan Forsil PKM Kota Batam
Sekarang dapat kita lihat, terang Tohir. “Masjid-masjid di Batam ramai jama’ahnya, dimana ada pengajian di situ ramai orang berkumpul, baik tholabul ‘ilmu (menuntut ilmu) agama, mudzakkarah (Musyawarah) kemaslahatan ummat dan masih kita lihat anak-anak pergi-pulang ke masjid untuk mengaji”, terangnya.

Menurutnya, Forsil ini harus teroganisir agar bisa lebih maju kedepannya. Langsung di Aminkan oleh para peserta yang hadir dari kalangan pengurus masjid se-Kota Batam ini.

Ketua Dewan Syuro Datok H.Hardi Slamet Hood, juga memberikan pesan dari atas podium. “Majelis ini adalah silaturahmi dan mudah-mudahan majelis ini menjadi majelis ilmu.

Baca Juga  Rendang dan Gado-gado Jadi Menu Favorit di Serbia

Dari nama Forsil itu ada tiga dimensi makna, yakni:
1. Silaturrahmi dimensi sosial
2. Pergerakan dimensi politik
3. Kemakmuran itu adalah dimensi ekonomi.
Orang-orang forsil adalah penggerak, karena mereka sudah menggerakkan dirinya untuk sebuah Kreatifitas”, jelas Senator Kepri ini.

Menurut Datok Hardi, Forsil hadir bukan untuk menutup diri, tapi hadir memperjuangkan umat Islam, memberikan gagasan maupun ide-ide yang bisa ummat nantinya atasi dalam menyikapi kehidupan yang islami pada “akhir zaman”, seperti sekarang ini.

Komentar

News Feed