oleh

KoBer Lampung Joged Amerta di Situs Candi Batu Kebayan Desa Jepara

RANAU, KEPRINEWS.CO.ID – Komunitas Berkat Yakin Lampung dipimpin Dirut artistiknya Ari Pahala Hutabarat, S.Pd, M.Pd melakukan joged Amerta di situs Candi Batu Kebayan’ di Desa Jepara Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) Kabupaten Oku Selatan pada Minggu 12-12 lalu. Kegiatan ini digelar dalam rangka refleksi bersama alam dan leluhur.

Baca Juga  KepriLingga Pantun Dapat Pengakuan dari UNESCO, LAM Lingga Ajak Pemerintah Buat Kebijakan

Joged Amerta bisa diartikan sebagai suatu bentuk latihan untuk mengembalikan sensibilitas tubuh pada kesadaran kepada kesadaran yang lebih holistik, yakni hidup dan tumbuh bersama alam-lingkungan.

“Joged Amerta adalah akulturasi antara tubuh tari, spiritual-ritual dan kesadaran ekologi ;lingkungan sosial, alam dan kultur,” ujar Ari, yang juga pengurus dewan kesenian, budayawan, dan penyair Lampung.

Baca Juga  Evaluasi Capaian Pembangunan, ICMI Kepri Gelar Dialog saat HUT-ke 20 Provinsi Kepulauan Riau

Joged amerta menggabungkan metode gerak bebas (free movement), Sumarah, dan praktik vipasana. Menekankan konsep dialog dimana semua elemen bisa saling menghargai keberadaan ;orang, atau benda atau mahluk lain.

“Sifat dialognya yang produktif, yang mendorong setiap individu dan masyarakatnya menemukan potensi terbaiknya,” ujar Alexander Gebe yang ikut terlibat pada even seni gerak di konstelasi Orion at Las Sengok Kab. Tulang Bawang Barat Lampung 22 Januari 2020 bersama Ki Suprapto Suryodarmo.

Baca Juga  Hari Pahlawan, Suryani Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi dalam Bingkai Kebaikan

“Ini adalah perjalanan untuk menemukan sumber kita, tradisi kita, ekspresi primordial kita,” ujar Ari.(ain)

News Feed