Oleh: Habibah Auni
Siberindo.co, OPINI– Dunia sedang masa-masanya mengalami krisis pohon. Setiap tahunnya, pohon ditebang sebanyak 15 juta unit. Lahan pun demikian; yang musnah dikabarkan sebesar 18 juta hektar pohon. Jika ditotalkan, terdapat 9,4 juta hektar lahan hutan yang hilang sejak 1990-an. Bahkan sebuah penelitian mengatakan, jika penggundulan hutan terus terjadi, maka 100 tahun kemudain hutan hujan akan lenyap.
Padahal pohon merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang kaya akan manfaat. Sebagaimana pendapat Barkham (2019) yang menyatakan bahwa, manfaat dari pohon antara lain: (1) mengatasi pemanasan global, (2) mendorong terjadinya hujan, (3) sumber mata air yang bersih, (4) mengurangi polusi udara, dan (5) habitat makhluk hidup langka.
Tidak hanya itu, pohon global berguna untuk aspek sosial dan ekonomi manusia. Kayu yang terdapat dalam pohon memiliki peran krusial terhadap kebutuhan sehari-hari seperti membuat kursi, meja, dan lainnya. Produk yang terbuat dari pohon inilah yang berguna untuk keberlangsungan aktivitas jual-beli manusia dan lain sebagainya.
Jika mereka memori kembali, mempertahankan populasi pohon menjadi sebuah poin penting, mengingat problematikanya sudah digaungkan sejak lama. Lihat saja karya sajak milik pastoral, yang menyebutkan bahwa pelestarian pohon sudah diupayakan sejak 30 abad sebelum masehi.











Komentar