oleh

Menanam Pohon Menuai Kebaikan

Urgensi pemugaran pohon secara skala besar juga sudah disadari sejagat raya manusia. Bagi rimbawan, pemulihan pohon berfunsi untuk penegakkan fungsi-fungsi pohon seperti produksi kayu dan perlindungan tanah. Di sisi lain, kaum konservatif juga menganggap bahwa pemulihan pohon berguna untuk megembalikan lahan pohon yang sudah terdegradasi.

Maka dari itu untuk menghadapi krisis jumlah pohon, diperlukan peran aktif manusia dalam memulihkan pohon yang sudah gundul. Hadirnya partisipasi manusia selama proses pembebasan lahan pohon dapat melindungi alam, mempertahankan spesies langka, dan menjaga komposisi ekosistem agar terus stabil.

Pemulihan pohon dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menurut DellaSalla dkk (2013) adalah, dengan menanam pohon. Mengapa menanam pohon? Karena praktik ini dirasa merupakan cara termudah yang dapat dilakukan, mengingat langkahnya yang begitu mudah diikuti dan bisa dilakukan semua kalangan.

Baca Juga  Pekerja Kontrak dan Outsourcing Berhak juga Terima THR

Menanam pohon bisa dipraktikkan pada area yang benar-benar perlu untuk ditanam. Sebab beberapa sumber sudah menyatakan bahwa terdapat besaran areal lahan yang berpotensi untuk ditanam pohon. Contohnya, berdasarkan lansiran dari Giordano (2019), terdapat 900 juta hektar pohon yang bisa ditanam pohon.

Di samping itu, penemuan dari The Crowther Lab turut menyebutkan bahwa ada 1,7 – 1,8 miliar hektar lahan yang minim digunakan untuk aktivitas manusia, sehingga memungkinkan untuk menanam pohon kembali. Terlebih lagi, peneliti itu memperhitungkan bahwa 0,9 miliar hektar lahan bisa digunakan untuk pemulihan pohon. 4,4 miliar lahan bumi di antaranya juga bisa dipakai untuk pelestarian pohon secara berkelanjutan.

Dengan menanam pohon, emisi gas buang kendaraan terbesar – yaitu karbon – dapat disimpan dalam pohon. Jumlah karbon yang mampu disimpan oleh pohon dewasa sebanyak 205 miliar ton karbon, atau setara dengan dua per tiga dari 300 miliar ton karbon yang terendap dalam atmosfir – akibat dari aktivitas industri manusia sejak tahun 1800an.

Baca Juga  Polisi Sita 113 Knalpot Bising Bikin Pekak Telinga

Jika dianalogikan secara mudah, satu hektar lahan pohon mampu menyerap emisi gas buang 90 kendaraan bermotor empat. Sehingga menanam pohon dikatakan dapat menyelesaikan tiga permasalahan dari perubahan iklim yang sangat drastis hingga 2030.

Selain membantu penanggulangan perubahan iklim, penanaman pohon berguna untuk memberdayakan masyarakat. Setali tiga uang dengan ungkapan Sommer (1994), bahwa menanam pohon laiknya mengembangkan masyarakat, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

“Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan menanam pohon, jelas membantu meningkatkan rasa suka rela masyarakat terhadap kegiatan lingkungan, mengurangi biaya manajemen pohon, dan mengembangkan komunitas yang berada di masyarakat”.

The National Research Agenda for Urban Forestry pada 1990an menemukan bahwa, keterlibatan masyarakat terhadap aktivitas menanam pohon merupakan hal yang penting, terlepas dari kegiatan menanam pohon dilakukan sendiri atau secara berkelompok. Tapi melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini memerlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengajak masyarakat untuk menanam pohon.

“Dengan demikian, krisis populasi pohon yang sedang melanda di dunia dapat diatasi secara bersama, yaitu dengan menanam pohon. Menanam pohon adalah solusi yang paling tepat, mengingat manfaatnya yang sangat bermanfaat dalam memberantas akibat dari perubahan iklim yang sangat drastic”.

Menanam pohon tidak bisa dilakukan sendiri, karena kegiatan ini memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh umat manusia.


Penulis: Habibah Auni | Mahasiswa Teknik Fisika
         Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Komentar

News Feed