KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Permasalahan tes antigen ditempat dan berbayar di posko penyekatan Tanjungpinang-Bintan terus menuai sorotan.
Anggota Komisi I DPRD Bintan dari fraksi Golkar Hasriawady S,IP mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan yang dihadiri para pimpinan Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang dan Kapolres serta Stakeholder Pemko Tanjungpinang dan Pimpinan Pemerintah. Polemik antardua daerah ini diharapkan difasilitasi oleh Gubernur Kepri.
“Stok antigen di Tanjungpinang lagi terbatas. Yang melakukan pemeriksaan antigen pihak Kimia Farma. Sampai saat ini pemerintah Tanjungpinang dan Bintan belum bisa memberikan solusi sehingga ini menyulitkan masyarakat yang harus mengeluarkan uang banyak padahal pendapatan mereka turun drastis selama Pandemi apalagi masa PPKM ini. Warga Tanjungpinang yang hendak melihat kebunnya di Bintan tak bisa masuk demikian juga sebaliknya yang dialami warga Bintan,” ujar Hasriawady dengan nada tegas.
Hasriawady berharap hal ini bisa menjadi perhatian kedua belah pihak agar masyarakat tidak diberatkan oleh antigen berbayar.
“Siapa tau menjelang 20 Juli nanti bisa membantu keberadaan masyarakat Tanjungpinang atau Bintan yang hilir mudik di perbatasan. Karena ada banyak buruh dan petani yang harus melintasi perbatasan yang kini dijaga ketat. Kita tahu bahwa ini merupakan bisnis Kimia Farma itu sendiri tentu semuanya cost di dalamnya, ” terang Anggota Komisi I.
Upaya yang akan dilakukan kedepan agar kedua pimpinan daerah bisa duduk bersama mencari solusi dalam permasalahan ini.
” Tadi kami sudah berbicara dengan Pak Surjadi sebagai perwakilan Pemko Tanjungpinang akan meneruskan ke Walikota Tanjungpinang. Kami juga akan meneruskan ke Bupati berharap mereka bisa duduk menemukan solusi mudah mudahan bisa duduk juga dengan satgas Covid 19 Provinsi terkait permasalahan di perbatasan ini, ” pungkasnya.(cr11)

