oleh

Minta Bantuan Militer Cari Lima Orang ABK

Empat Hari Hilang Kontak Di Anambas, Kapal Kayu Belum Ditemukan

Sejak hilang kontak di perairan Kabupaten Anambas Provinsi Kepri, Kamis (8/7) lalu, kapal KM.Sumber Cahaya belum ditemukan juga. Diharapkan mereka bisa selamat.

NATUNA – Tim gabungan pun tiap hari turun melakukan pencarian ke lokasi. Namun hingga, Senin (13/7) kemarin, pencarian itu belum membuahkan hasil.

Tim Search And Rescue (SAR) Gabungan tidak akan lelah mencarinya. Setelah dilakukan perluasan lokasi pencarian dan belum ditemukan juga, maka akan dibantu dengan pencarian lewat udara.

Hingga kemarin Tim SAR gabungan masih terus mencari keberadaan KM. Sumber Cahaya dengan Person on Boat (POB) sebanyak 5 orang dan bermuatan 10 ekor sapi itu.

KM. Sumber Cahaya bergerak dari Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna menuju Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu 8 Juli 2020 dan hilang kontak sejak Kamis 9 Juli 2020 di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Baca Juga  Masa Pandemi Direktur De Best Hotel Natuna Cari Solusi Baru

”Kejadian hilang kontak KM. Sumber Cahaya itu berdasarkan laporan yang diterima oleh kordinator pos SAR Anambas kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna,” kata Mexianus Bekabel Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP atau Basarnas) Natuna kepada sejumlah awak media, Senin (13/7).

Mexi mengatakan, pihaknya bersama tim terus mencari keberadaan KM. Sumber Cahaya hilang di perairan antara Midai, Kabupaten Natuna dan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pencarian kapal dengan bobot sekitar 10 Gross Tonnage (GT) itu membawa lima kru dan sepuluh ekor lembu itu telah berjalan empat hari lamanya.

”Setelah mendapat informasi itu kita segera menerjunkan Tim SAR Natuna di sekitaran tempat kejadian perkara atau di sekitaran perairan Kepulauan Anambas. Namun hingga empat hari berjalan, belum ada tanda-tanda ditemui keberadaan pompong itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua Komisi I Pantau Kegiatan Vaksinasi bagi Masyarakat

Maxi juga mengatakan, saat ini pencarian terus dilakukan tidak hanya menggunakan armada laut, pihaknya juga telah mendapat persetujuan dari Basarnas pusat, agar bisa memantau dari udara. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak TNI AL.

”Jika belum ditemukan kru KM. Sumber Cahaya, kita berencana akan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut, dengan mencoba memantau dari udara di sekitaran tempat hilangnya kapal tersebut,” ucapnya. Maxi juga meminta kepada keluarga korban untuk tetap bersabar dan berdoa agar para kru KM. Sumber Cahaya tujuan Midai-Tarempa dengan dengan membawa muatan sepuluh ekor lembu berhasil ditemukan.

”Saya minta pada keluarga kru yang hilang, agar terus berdoa, semoga pencarian yang kita lakukan berhasil, semua kru yang hilang bisa kembali selamat,” tutupnya.

Baca Juga  Lanal Batam Gandeng Koperasi Dua Dua Bahari Kembangkan Potensi Maritim

Pompong tersebut diketahui berangkat dari Midai dengan tujuan Tarempa pada Rabu (8/7) pukul 20.00 WIB, dan diperkirakan sampai di Tarempa pada Kamis (9/7) pukul 11.00 WIB.

Pompong berukuran 10 GT ini, dikabarkan informasi terakhir berada di 40,2 NM 273° atau 40 mil dari Midai ke arah Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Kabupaten Natuna setelah menerima informasi tersebut langsung bersiap untuk melakukan proses pencarian.

Jumat (10/7) sudah dikerahkan 2 RIB milik tim SAR Natuna bersama tim gabungan untuk menuju laut Midai guna melakukan pencarian.

Sebagaimana diketahui, proses pencarian kapal pompong tersebut dilakukan Basarnas bersama TNI AL, TNI AD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan Natuna, dan element masyarakat nelayan Natuna dan Anambas.(hrd/tanjungpinangpos.id)

Komentar

News Feed