oleh

Potensi Puting Beliung, Wraga Diminta Waspada

NATUNA – Penampakan angin puting beliung yang bergerak dari arah Utara ke Selatan dengan jarak lebih kurang 200 meter dari bibir pantai, terjadi pada hari Minggu, 12 Sepetember 2021 membuat “takut” masyarakat Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dikhawatirkan sampai kepemukiman

“Tidak ada kerusakan dan korban jiwa. Kejadiannya sekitar pukul 13:03 WIB, selesainya diperkirakan sampai pukul 13:08 WIB,” Sebut Kepala Sesi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna, Elkadar Lismana, SAP, M.Si, menjawab koranperbatasan.com, grup siberindo.co Senin, 11 September 2021.

Menurut Elkadar, adapun ciri-ciri angin puting beliung ialah mendung disertai tiupan angin yang semakin lama semakin kencang, terlihat gumpalan awan gelap, besar dan tinggi.

Langkah yang harus dilakukan ialah keluar dari rumah yang terbuat dari kayu atau papan, pergi berlindung dan berkumpul di tempat yang aman atau masuk ke dalam bangunan terbuat dari beton, tutup jendela dan pintu sampai rapat, serta matikan aliran listrik dan peralatan elektronik.

Baca Juga  FISIP Unib dan SMSI Teken MoU TDPT dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

“Cara meminimalisir risiko korban dan kerusakan akibat angin puting beliung ialah membuat struktur bangunan yang kuat dan kokoh, serta melakukan penghijauan untuk meredam gaya angin,” jelasnya.

Elkadar menghimbau kepada masyarakat agar mengenali ancaman angin puting beliung, siapkan antisipasinya, perkecil risikonya, jadilah manajer dan leader dalam penanggulangan bencana karena respon dan langkah awal penanganannya berada di masyarakat.

Baca Juga  PMMD Kembali Hadir di Provinsi Kepulauan Riau di Tahun 2021

“Untuk mewujudkan masyarakat yang siap, sigap, tanggap dan tangguh terhadap bencana,” tegasnya.

Kepada para nelayan diharapkan sebelum melaut melihat terlabih dahulu kondisi cuaca atau ciri-ciri angin puting beliung. Bagi yang berada di laut, jika terjadi angin puting beliung segera merapat ke pulau terdekat, menambatkan atau mengikat kuat kapal-kapalnya.

“Membuat rencana komunikasi darurat dan penyelamatan diri,” tutupnya. (KP).

Laporan : Amran

News Feed