oleh

Disdik di Kepri Perlu Segera Rancang Pertemuan Tatap Muka Terbatas

TANJUNGPINANG – Podcaster dan pegiat media sosial di Kepri Raja Dachroni berharap Dinas Pendidikan di Kepri segera merancang pertemuan tatap muka terbatas sebagaimana yang diatur dalam Instruksi Mendagari Nomor 32 tahun 2021 angka 1. Hal ini diutarakannya setelah tujuh kabupaten dan kota diturunkan levelnya menjadi PPKM level 3.

“Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 TAHUN 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 TAHUN 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMLB,” kata Raja Dachroni.

Dalam aturan tersebut untuk MALB dan PAUD ada substansi lain. MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

“Kalau lihat kalender pendidikan kan ini harusnya sudah masuk tahun ajaran baru, tapi gara-gara status PPKM 4 untuk wilayah Tanjungpinang dan Batam sekolah daring, orangtua yang bingung di rumah, untuk wilayah PPKM 3 selama ini memang ada yang sudah eksekusi tapi tidak semua sekolah untuk itu saya berharap Disdik menyusun dan membuatkan designnya agar sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA merancang pertemuan tatap muka terbatas,” kata Raja Dachroni.

Baca Juga  Saya Tidak Golput Isdianto - Suryani Pilihan Saya

Hal ini menurutnya penting Pandemi telah membuat efek tersendiri bagi dunia pendidikan. “Orangtua banyak yang mengeluh karena sudah terlanjur menyerahkan pendidikan ke lembaga formal, tapi di satu sisi dibebankan dengan harus mengajar putra-putri di rumah dan harus juga mencari nafkah, salah satu jalan diantaranya untuk mengatasi hal ini perlu sekolah tatap muka terbatas yang dimixkan dengan pembelajaran daring, tidak melulu daring semuanya, kecuali benar-benar sistemnya sudah blended learning,” tutup Raja Dachroni.

News Feed