Lima Nelayan Kepri Ditahan Petugas Maritim Malaysia
generated by an Adobe application
12.00
Normal
0
36
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
KEPRI – Lima orang nelayan yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) ikan milik
pengusaha Kijang, Kabupaten Bintan, ditahan oleh petugas Zon Maritim Sarawak-Malaysia, 26 Juni 2020
lalu. Pemkab Bintan meminta dukungan kepada Pemprov Kepri dan pemerintah pusat,
agar menghubungi pemerintah Malaysia, untuk melepaskan nelayan dari pengusaha
Kijang ini.
Lima orang kru kapal ikan milik Kim Kui pengusaha perikanan asal Kijang,
Bintan Timur yang ditahan di Sarawak tersebut antara lain, La Ode Darfin
(nakhoda/tekong), La Ode Amani (KKM). Serta tiga ABK lainnya Saifudin, Sartin
dan Rahman. Lima ABK KM Hai Ming 2 ini berangkat dari Kijang menuju Kalimantan,
12 Juni lalu.
Tanggal 26 Juni, KM Hai Ming 2 sudah memasuki wilayah Kalimantan Barat,
mendekati perbatasan Sarawak-Malaysia. Saat itu, kapal dihantam badai.
Sehingga, nakhoda yang baru dua kali berlayar itu lepas kendali, dan kapal
kehilangan arah. Saat berada di perbatasan perairan Sarawak, kapal ditemukan
petugas penjaga pantai (Zon Maritim) Sarawak, dan dibawa ke Pelabuhan Tanjung
Manis, Sarawak, Malaysia.
“Iya, saya baru dapat kabar ABK itu ditahan Zon Maritim Malaysia,
tanggal 29 Juni. Hingga saat ini, lima orang nelayan kita masih ditahan di
Badan Penegakan Maritim Tanjung Manis, Sarawak,” ujar Kim Kui, saat
dihubungi Tanjungpinang Pos, Jumat (10/7) siang.
Kim Kui menyampaikan, dirinya sudah melaporkan kejadian penangkapan lima ABK
ini kepada Pemkab Bintan dan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perikanan.
KM Hai Ming 2 dengan ukuran 15 GT ini, memiliki dokumen lengkap. Termasuk Surat
Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari DPM-PTSP Provinsi Kepri.
“Kami berharap agar pemerintah kita bisa membantu nelayan kita yang
ditahan di Sarawak, Malaysia ini. ABK kita bukan sedang menangkap ikan, saat
ditahan petugas maritim Sarawak itu. Tapi berada di perbatasan Sarawak dengan
Indonesia, karena dihantam badai,” kata Kim Kui. (fre/luarbiasa.id)








Komentar