oleh

Roket China Berbobot 18 Ton akan Jatuh ke Bumi Hari Ini, Kecepatan Jatuhnya 28.968 KM Per Jam

JAKARTA – Roket China bernama Long March 5B tak terkendali dan akan jatuh ke bumi. Puing roket ini akan sampai ke Bumi pada Minggu (9/5/2021), Semoga tidak terjauh di daerah kita.

Melansir BBC, roket ini adalah bagian dari alat pengangkut modul pertama bagian dari stasiun luar angkasa China yang baru. Pemerintah China meluncurkan roket itu pada bulan lalu, tepatnya 29 April 2021.

Roket itu diluncurkan untuk mencapai orbit sejauh 160 kilometer hingga 375 kilometer di atas permukaan bumi.

Baca Juga  Mantan Istri Pangeran Qatar Tewas karena Overdosis Obat

Roket ini salah satu benda terbesar yang digunakan untuk mengangkasa dalam 10 tahun terakhir. Beratnya saja mencapai 18 ton.

Sebagian besar benda raksasa itu akan terbakar saat jatuh melewati atmosfer. Akan tetapi, ada kemungkinan puing roket yang terbuat dari material dan logam tertentu yang tidak aus dan terbakar hingga akan tiba di permukaan bumi.

Berbagai ahli pemodelan puing-puing ruang angkasa memperkirakan benda ini akan tiba di bumi sekitar pukul 04.00 dini hari WIB hingga 14.00 WIB, Minggu (9/5/2021). Namun, proyeksi seperti itu selalu sangat tidak pasti.

Baca Juga  Pendukung Ustad Abdul Somad Demo di Jakarta dan medan

Aerospace Corp memperkirakan puing roket China itu akan jatuh di Pasifik, dekat Khatulistiwa, setelah melewati kota-kota AS bagian timur.

Karena bobotnya yang berat dan materialnya dari logam keras hingga roket ini jatuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan jatuhnya mencapai 28.968 kilometer per jam.

Sebelumnya pemerintah China sempat buka suara tentang jatuhnya roket ini. Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa roket itu akan terbakar saat masuk kembali ke lapisan atmoser bumi.

Baca Juga  Pakaian Adat Minang Tampil di Pameran Pakaian Tradisional se-ASEAN di Vietnam

“Setahu saya, roket jenis ini memiliki desain teknis khusus seperti sebagian komponennya akan terbakar dan dihancurkan selama proses masuk kembali hingga kemungkinan keusakan yang disebabkannya untuk penerbangan dan tanah sangat rendah,” kata jubir kementerian Wang Wenbin seperti dilansir CNBC.(*/cnn)

Komentar

News Feed