oleh

Wabup Rodhial Huda Buka Sidang PPL dari BPN Natuna

-Tak Berkategori

Natuna (Siberindo.co) – Wakil Bupati Natuna Rhodial Huda didampangi Sekda Boy Wijanarko, membuka acara sidang PPL sebanyak 298 bidang dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta lokasi redistribusi tanah di Lantai II Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Selasa (07/11/2022) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Natuna mengatakan, tidak masuk dibidang teknis, tetapi landeformnya, bagaimana semua masyarakat punya kepemilikan tanah khususnya orang kampung.

Baca Juga  Kewenangan Laut Diambil Alih, Ketua LSM Formis: UU 23 Penghalang Kemajuan Daerah  

“Pemerintah hadir untuk masyarakat dalam pengurusan ataupun kepemilikan tanah, namun jangan sampai orang kampung sendiri tidak punya tanah, malah sewa tanah dengan orang dari luar.

Ia juga menambahkan , terkadang pemerintah dilema, sebab menset masyarakat itu, khususnya orang tempatan cenderung menjual tanah untuk kebutuhan mereka.

“Saya harap pergunakan dengan baik kepemilikan tanah kita, dengan segala bentuk kemudahan dari pemerintah daerah maupun pusat dan agar bijak dalam pengelolaannya, ” pesan Rhodial.

Baca Juga  Makam Keramat Digali? Situs Kampung Segeram Dirusak Pemkab Diminta Bertindak

Sementara itu Kepala BPN Natuna Purwoto menjelaskan , khusus untuk sertifikat tanah redis minimal 10 tahun tidak bisa dialihkan kepada pihak lain. dan harus dikelola selama 10 tahun yang sudah diatur dalam UU.

Ia juga berpesan kepada para camat agar perbuatan hukum diwilayahnya terkait masalah bidang tanah menjadi perhatian , kecuali itu masalah warisan. dan selalu mengutamakan orang pribumi.

Baca Juga  Bupati Natuna Minta ASN Kumpulkan Sekilo Beras Perbulan, ini Tujuannya Mandalapos.co.id, Natuna -- Bupati Natuna Wan Siswandi, melontarkan gagasan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Natuna mengumpulkan satu kilo beras setiap bulannya. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD, Kamis (6/10) di Kantor Bupati Natuna. Diungkapkan Wan Siswandi, gagasan tersebut muncul setelah ia melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat Natuna, di tengah kondisi ekonomi yang sedang merosot. "Saya turun ke kampung-kampung, memang betul-betul sulit masyarakat kita ini. Bagaimana kalau kita sepakat mengumpulkan sekilo beras perorang tiap bulannya, Kira-kira keberatan tidak? " tuturnya. Menurut Wan Siswandi, selain membantu masyarakat yang kesulitan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala bagi orang yang membantu. "Kita anggap ini infak, sedekah atau apa nanti namanya, kita kumpulkan semua di kantor bupati, nanti setiap awal bulan kita salurkan ke yang membutuhkan," ujarnya. Terkait teknis pengumpulan beras, menurut Wan Siswandi akan diserahkan ke dinas masing-masing. Setelah beras dari dinas terkumpul, selanjutnya diserahkan ke sekretariat daerah untuk kemudian didistribusikan. "Kalau kita bisa lakukan itu kan luar biasa, beras hanya Rp15 ribu, bisa lah itu," ucapnya. Menambahkan, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, meminta beras yang nantinya akan dikumpulkan ini, dibeli dari produk lokal. " Kalau bisa beli berasnya produk beras lokal, biar menghidupkan petani lokal dan ekonomi lokal juga," pintanya. Sementara itu, Asisten III Pemkab Natuna, Tasrif, berharap kedepan selain sumbangan beras, agar pegawai di lingkungan Pemkab Natuna juga bisa berinfak tambahan, yakni uang sebesar dua ribu Rupiah setiap hari Jum'at. Ide Asisten III pun disambut baik pemimpin daerah, Wabup Natuna Rodhial menilai, dengan infak yang dikumpulkan itu nantinya bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di tengah situasi mendesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

“untuk pengelolaan lahan masyarakat minimal 10 tahun agar bisa berpindah kepemilikan kepada pihak lain, dan kami akan selalu mengutamakan masyarakat pribumi tanpa pengecualian masyarakat keseluruhan, “jelas Purwoto. #Bds