oleh

Banyak Hoaks Beredar di Medsos, Pemprov Kepri Kumpulkan Para Tokoh di Dompak

TANJUNGPINANG – Banyaknya informasi bohong hoaks yang berdar di media soaial, membuat berbagai pihak jadi prihatin. Jika hoaks terus bermunculan di media sosial dikhawtirkan akan menimbulkan rasa intoleransi sesama warga. Untuk menjaga harmonisasi warga Pemprov Kepri mengumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat di lantai IV kantor Gubernur Kepri, Kamis (8/7/2021).

Plh Sekdaprov Kepri Lamidi saat membuka pertemuan menyebutkan, peran para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta organisasi-organisasi sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat Kepri.

“Teramat banyak kalimat-kalimat intoleran dan ras mau menang sendiri serta merasa paling benar yang beredar di media sosial. Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tentu berpotensi menimbulkan perpecahan. Selama ini para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para tokoh suku dan adat sudah punya peran yang baik dalam menciptakan iklim yang kondusif,” sebut Lamidi dalam pembukaan Forum Group Discussion.

Baca Juga  Bawaslu Kepri Kecam Aksi Pengeroyokan Ketua Panwascaam Batam Kota, Ini Kronologisnya

Lamidi berharap, kedepannya tidak ada lagi kalimat-kalimat satire dan ujaran kebencian termasuk mengecilkan suku-suku tertentu karena itu tanda-tanda pemicu keretakan.

Kata Lamidi, pemerintah provinsi bahkan sampai tingkat kabupaten kota sudah membentuk berbagai organisasi diantaranya ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) serta ada organisasi yang dibentuk pemerintah pusat seperti Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT).

Baca Juga  Amsakar Tinjau Penerapan Prokes Sekolah di Batam Kota dan Lubuk Baja

Tujuan dibentuknya organisasi-organisasi ini, sebutnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak di tengah masyarakat dan keberadaan organisasi-organisasi diharapkan bisa memberikan edukasi dan masukan agar permasalahan yang terjadi cepat diatasi.

“Keberadaan organisasi yang dibentuk pemerintah ini berada di garda pertama untuk menciptakan kondusivitas daerah hingga pembangunan lancar karena masyarakat aman dan tentram,” sebutnya.

Selain itu sebut Lamidi, saat ini pemerintah sedang gencar mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan covid.

“Vaksinasi yang terus digalakkan akan sangat membantu menciptakan kekebalan masyarakat terhadap virus covid, hingga kalau memungkinkan Kepri akan cepat lolos dari masa pandemi ini. Tanda-tandanya, sebut Lamidi, persentase vaksinasi di Kepri tertinggi ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Untuk wilayah, Tanjungpinang, Bintan dan Batam serta Karimun persentase vaksinasinya sudah sangat baik hingga total divaksinasi di Kepri sudah mencapai 70 persen. Negara-negara yang vaksinasinya sudah mencapai 70 persen, maka pandeminya turun drastis,” terangnya.

Baca Juga  Gelar Sosialisasi, FKPT Mesti Jadi Contoh Penerapan Protokoler Kesehatan

FGD yang berlangsung selama tiga jam itu menghadirkan pembicara Dr Fauzi dari FKPT, Kanwil Kemenag Kepri dan MUI Kepri serta pejabat Polda Kepri. (*/arl)

News Feed